Home » Uncategorized » 10 Ribu Sarjana ngantre jadi PNS

Dalam dua tahun terakhir (2010-2011), 10 ribu lebih mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Provinsi Jambi telah diwisuda dan berhak menyandang gelar sarjana. Kini, sebagian besar dari mereka menganggur dan antre menunggu pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN).

Data yang diperoleh Jambi Independent, dari 10 ribu sarjana baru itu, terbanyak jebolan Universitas Jambi (Unja), yakni 7.115 orang. Lalu dari IAIN STS Jambi 2.236 orang, dan lulusan Universitas Batanghari (Unbari)  1.564 orang.  Belum lagi sarjana lulusan perguruan tinggi swasta lainnya di Jambi.

Menurut Rektor Universitas Batanghari (Unbari), Fachruddin Razi, berdasarkan survei yang mereka lakukan, mayoritas mahasiswa memiliki pola pikir setelah lulus ingin menjadi pegawai, terutama pegawai negeri sipil (PNS/ASN). Itu artinya, sebanyak 10 ribu sarjana baru tersebut, kini tengah berharap dan menunggu antrian untuk mengambil posisi sebagai calon abdi negara.

“Pola pikir seperti ini tidak salah. Pertimbangannya mungkin karena lebih aman,” katanya kepada Jambi Independent, kemarin. Namun, dia mengingatkan bahwa ada jalan lain yang bisa dipilih selain menjadi PNS/ASN, yakni berwirausaha dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.

Ia mengakui, untuk berwirausaha membutuhkan keberanian yang besar, karena banyak tantangan yang akan dihadapi. Seseorang yang mau berwirausaha harus menyusun strategi yang cermat.

Dibandingkan menjadi PNS/ASN, kata dia, tantangan yang muncul dari pilihan berwirausaha memang besar, sehingga membutuhkan strategi jitu bagaimana menangkap peluang, menjalin relasi, dan mengembangkan usaha.

“Seharusnya generasi muda bisa menangkap peluang pemanfaatan potensi yang dimiliki tersebut untuk membuka lapangan pekerjaan,”sarannya.

Pernyataan senada diungkapkan Pembantu Rektor III Unja, Meyzar Karim. Menurut dia, satu kecenderungan yang sangat tampak beberapa tahun belakangan ini adalah demam berburu profesi PNS/ASN yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Menurutnya, sekurang-kurangnya ada tiga motivasi mendasar, mengapa para sarjana di Jambi ramai-ramai berburu PNS/ASN. Pertama, soal status sosial. Kata dia, ada anggapan yang berkembang bahwa profesi PNS/ASN dinilai masih memiliki strata sosial lebih tinggi di tengah masyarakat, dibandingkan dengan profesi lain, seperti petani, atau wiraswata lainnya.

Kedua, beban kerja yang sedikit. Kesibukan PNS/ASN hanya terjadi di saat turunnya program kerja dari SKPD terkait. Ketiga, gaji besar dan tunjangan masa depan yang pasti. “Inilah motivasi terbesar, mengapa orang berlomba-lomba menjadi PNS/ASN. Apalagi ada tunjangan sana sini,”ujarnya.

Berdasarkan PP RI No 10 Tahun 2008, perincian kisaran gaji dari yang paling rendah, yakni Golongan I a untuk PNS/ASN masa kerja golongan (MKG) 0 tahun adalah sebesar Rp 910.000- Rp. 1.230.800. Sementara untuk MKG 32 dengan golongan tertinggi IV e adalah Rp, 2.006.700-Rp. 2.910.000. Gaji yang sudah besar ini tiap tahunnya selalu naik hingga 10 %.

Diakuinya, ada satu persoalan mendasar yang tak bisa dipungkiri adalah belum terbukanya lapangan kerja di sektor swasta yang menyerap banyak tenaga kerja. Investasi di Jambi masih terbilang lemah. “ Belum banyak investor yang berani membuka lapangan kerja, yang meyerap banyak tenaga kerja,”katanya.

Sekretaris BKD Provinsi Jambi Hatam Tafsir mengatakan, sejak diberlakukan kebijakan moratorium penerimaan CPNS/CASN,  memang tertutup pintu bagi sarjana untuk menjadi CPNS/CASN. Apalagi, kata dia, Provinsi Jambi sudah tak banyak membutuhkan PNS/ASN baru.

“Yang ada sudah cukup. Saat ini, jumlah PNS/ASN lebih dari 6 ribu. Secara umum, itu sudah cukup dan tidak perlu penerimaan PNS/ASN baru,”katanya.

Celakanya, jumlah sarjana pencari kerja yang mengikuti testing sejak tiga tahun terakhir di atas 10 ribu orang. Mereka memperebutkan sekitar seribu formasi. Meski demikian, dia mengaku masih ada beberapa daerah yang berpeluang mengajukan CPNS/CASN, meskipun moratorium pengangkatan PNS/ASN belum dibuka. Beberapa daerah tersebut antaralain, Sarolangun, Tebo, Sungai Penuh dan Tanjabtim.

“Kebutuhan CPNS/CASN pada bidang-bidang khusus yang mendesak itu dimungkinkan antara lain tenaga guru, tenaga kesehatan, dan jabatan khusus lainnya,” ujarnya ketika ditemui di ruang kerjanya, petang kemarin.

Menurut Hatam Tafsir, kebijakan pemerintah yang memungkinkan beberapa daerah tersebut mengajukan kebutuhan CPNS/CASN itu adalah penggunaan anggaran (APBD) untuk penggajian pegawai kurang dari 50 persen. Karena itu, katanya lagi, memang akan ada kemungkinan rekrutmen CPNS/CASN pada akhir 2012, namun demikian prosedur pengusulannya tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

”Rekrutmen CPNS/CASN pascamoratorium akan panjang prosesnya, karena terlebih dahulu harus disusun rencana kebutuhan pegawai di daerah yang paling lambat akhir tahun 2012 harus disampaikan ke pusat,”katanya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.