Home » Uncategorized » 119 Pegawai Pemkot Bolos

Tingkat kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) masih rendah. Itu terlihat dari absensi pada hari pertama kerja Senin, 5 September kemarin di lingkup pemerintah kota Makassar dan pemerintah provinsi Sulsel. Libur lebaran selama sembilan hari sepertinya belum cukup bagi pegawai negeri sipil lingkup Pemkot Makassar. Terbukti, hari pertama kerja usai libur Idulfitri, Senin, 5 September, tercatat sebanyak 119 PNS/ASN membolos atau tanpa keterangan.

Data Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar, pegawai yang bolos kerja tersebar mulai dari puskesmas, kantor camat, hingga kantor dinas. Pegawai puskesmas yang tidak masuk kerja sebanyak 11 orang, kantor kecamatan 43 orang, serta dinas, badan, dan kantor tercatat sebanyak 65 orang.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) usai upacara Senin, kemarin. Kantor yang menjadi target sidak yakni, Kantor Kecamatan Makassar, Kecamatan Rappocini, Inspektorat, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Kesehatan Makassar di Jalan Teduh Bersinar. Aktivitas belajar di SMA 2 juga dipantaunya. Begitupula pegawai di Sekretariat DPRD Makassar.

Daftar hadir dan paraf pegawai langsung diperiksa saat tiba di lokasi sidak. Di Kantor Kecamatan Rappocini, dua pegawai tidak hadir. “Keduanya tidak hadir karena sakit,” kata Camat Rappocini, Imran Samad. Di kantor Inspektorat, terdata satu pegawai tidak bertandatangan di daftar kehadiran pegawai bernama Arman. Menurut penjelasan staf Inspektorat ke wali kota, Arman sudah lama tidak masuk kantor.  “Jangan sampai justru Inspektorat yang mangkir pegawainya. Siapa yang periksa,” ujar Ilham.

Khusus lingkup Sekretariat Pemkot Makassar atau Balaikota, jumlah pegawai yang tidak hadir sebanyak 46 orang. Sementara di DPRD Makassar, tercatat sebanyak enam pegawai yang tidak hadir. Ilham menegaskan, pegawai yang tidak hadir akan dievaluasi. Jika ketidakhadirannya secara berturut-turut atau pernah melakukan tindakan indisipliner, bisa diberikan sanksi pemecatan.

Berbeda dengan pemkot, di lingkup pemprov Sulsel tingkat kedisiplinan pegawai lebih bagus. Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang pun bangga atas kenaikan persentase kehadiran para pegawai negeri sipil di lingkungan Pemprov Sulsel usai libur lebaran. Dari hasil inspeksi mendadak (sidak) di 6 Satu Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Agus mengklaim persentase kehadiran PNS/ASN mencapai 96 persen.

Wagub melakukan sidak di Kantor Dinas Perkebunan, lalu berturut-turut ke Dinas Pertanian dan Hortikultura, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, Dinas Pendapatan Daerah dan berakhir di kantor Dinas PU dan Bina Marga. Dalam sidak itu, Wagub juga menyempatkan menggelar dialog tentang capaian kerja dari dinas bersangkutan.

“Tadi kita dengar sendiri bahwa di SKPD Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) tidak hadir 2 orang. Satu orang izin mengantar isteri ke bandara, lalu satu orang lagi dalam masa pensiun,” kata Agus usai sidak di Kantor Pekerjaan Umum dan Bina Marga. Kehadiran pegawai tahun ini kata dia, cukup menggembirakan. Malah saat apel pagi, lebih ramai dari hari-hari biasanya. “Kalau pun ada yang absen, mereka sudah lebih dulu minta izin tidak ikut upacara. Setelah upacara mereka masuk kantor,” tambahnya.

Di kantor Dinas PU dan Bina Marga dari 136 staf seluruhnya hadir. Begitu pula dengan kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) dari 286 staf tak satu pun absen. Hanya di dinas Tarkim asben dua orang yakni, dari 204 staf.  Wagub menggantikan Gubernur Syahrul Yasin Limpo melakukan sidak ke kantor-kantor. Syahrul didampingi Kepala Badan Diklat Daerah, Jufri Rahman dinas ke Jakarta bertemu Menteri Dalam Negeri dan Menteri BUMN. (*) 



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.