Home » Uncategorized » 35 Pegawai Negeri Sipil dapat beasiswa dari Pemerintah Provinsi

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) akan memberikan beasiswa ke luar negeri kepada 35 Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) pada tahun 2012 mendatang. Hal ini sebagai reformasi birokrasi di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Hal tersebut diungkapkan Pejabat Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Gatot Pujo Nugroho pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Sumut tahun 2011. Gatot menuturkan, program ini merupakan prioritas yang akan dibahas di Musrenbang ini.
Menurut Gatot, beasiswa ini untuk PNS/ASN di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Jadi, masing-masing kabupaten/kota di Sumut memiliki satu perwakilan, sedangkan dua lagi dari Pemprovsu.
"Saya ingin tahun 2012 ada prioritas program. Kita ingin mereformasi birokrasi, dan ini harus didukung dengan SDM yang berkualitas. Ini akan menjadi percepatan perbaikan birokrasi di Sumatera Utara," katanya, malam ini.
Gatot menjelaskan, beasiswa ini merupakan kolaborasi Pemprovsu dengan kabupaten/kota. Sehingga, sharing dana untuk beasiswa ini 75 persen dari kabupaten/kota dan 25 persen dari Pemprovsu. "Kita akan buat MoU, nantinya, mereka yang selesai akan difungsikan di daerah masing-masing," imbuhnya.
Lebih lanjut Gatot mengatakan, PNS/ASN yang berhak mendapatkan beasiswa ini adalah mereka yang berprestasi. "Kabupaten/kota yang mengusulakan dan menseleksi. Lalu akan diseleksi lagi oleh propinsi. Yang jelas, satu dari kabupaten/kota," bebernya.
Dari evaluasi dan gambaran yang dibuat, ada tiga negara yang direncanakan menjadi tempat menimba ilmu bagi para PNS/ASN ini, yakni Jepang, Australia, dan Amerika Serikat. Dan besaran dana yang diperkirakan mencapai Rp250 juta sampai selesai sekitar dua tahun.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Is 1 Response So Far. »

  1. Saya sebenarnya mengapresiasi akan kesempatan dan perhatian pemerintah terhadap putra/i sumatera utara untuk diberangkatkan keluar negeri menimba ilmu di amerika, eropa dan beberapa negara maju di asia tapi perlu kita pikirkan sesungguhnya bagimana efektifitas penyaluran beasiswa itu, bagaimana ketika kita melihat orang miskin yg tidak produktif sementara banyak orang kaya yg tidak peduli dengan sekitarnya, bukankah menimba ilmu bisa dr mana saja, media informasi dan disekeliling kita sudah berlimpah hal yg seharusnya kita pikirkan, kita kelola sehingga kita bisa pintar, cerdas dan lbh terarah, klo pun kita ingin menyalurkan beasiswa kepada putra/i bangsa ini mungkin ada hal yg perlu ditinjau ulang. bahwa pendidikan itu merupakan syarat untuk memajukan sebuah kebudayaan, peradaban dan profesionalitas tentu jawabannya adalah benar, namun dr sudut manakah kelayakan yang ingin kita sampaikan bahwa PNS it lebih pantas mendapatkan beasiswa dari yang Non PNS. bukankah semuanya putra/i bangsa, bukankah semuanya ingin mendapatkan kesempatan, bukankah semuanya anak bangsa yang tidak ada di anak emas dan tirikan (tiada nomor satu dan yg lain adalah nomor dua dan didiskriminasikan) lantas kenapakah harus PNS, bukankah secara pinansial seharusnya mereka lebih mampu ketimbang yang bukan PNS atau masih honorer. sejujurnya saya katakan bahwa sudah empat tahun saya menimba ilmu di salah satu universitas/perguruan yg ada disumatera utara tapi sama sekali tidak pernah tersentuh dengan perhatian dan keseriusan pemerintah untuk melihat perkembangan mahasiswa/i nya, bantuan beasiswa sebagai bentuk apresiasi untuk menambah semangat dan sebagai tambahan membeli buku dan penulisan skripsi. selanjutnya setelah menyelesaikan s1 di Sumatera Utara saya berjalan melihat keadaan Nanggroe Aceh DArussalam, kemudiannya melanjutkan study s2 di Jogjakarta sampai hari ini, lagi-lagi saya banyak menemukan perbandingan antara satu provinsi dengan provinsi yang lain. bahwa ternyata provinsi ku hanya ddikenal dengan arogansi, etnis yg cukup militan, dan hampir tanpa esensi dan identitas diri… Medan hanya dikenal karena beberapa orang saja yg telah berkiprah di Nasional dan semuanya mereka hanya berjalan2 sendiri tanpa ada yang menggiring dan ada sistem dari pemerintahnya yang mem follow up i seperti apa puta/i nya. mereka kemudian besar, besar dan besar tapi berjiwa individualistik, pragmatis dan tidak ingat kampung halamannya karena memang tidak pernah diperhatikan oleh daerahnya. lihatlah bumi Nanggroe, Papua, NTB dan lainnya…. saya hanya berpikir kapan provinsiku peduli bagi kami rakyat biasa, mahasiswa dan orang yang menginginkan perubahan tidak hanya simbolic dan apologetic. semoga dapat di dengar …………..