Home » Uncategorized » Anak Tak Lulus Tes, Bapak Teken SK Diangkat PNS

Mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Prof Fahmi Arif ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) Polda Kalsel. Fahmi dijadikan tersangka dalam kasus penyalahgunaan wewenang, ketika menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kalimantan Selatan, pada tahun 2010 lalu. Ia diduga menandatangi SK pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) terhadap anaknya.  Padahal pada waktu tes CPNS/CASN anaknya tidak lulus.

Kasat Tipikor Dit Krimsus Polda Kalsel, AKBP Didik Sudaryanto SH MH mengatakan, hari ini (kemarin), Prof Fahmi Arif akhirnya datang memenuhi panggilan Dit Krimsus Polda Kalsel terkait dugaan tindak pidana korupsi terkait penyalahgunaan wewenang. “Ini pemeriksaan pertama sejak beliau (Prof Fahmi Arif, Red) ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.

Sampai sore tadi (kemarin), lanjutnya, ia masih diperiksa dengan didampingi pengacaranya. Didik mengungkapkan untuk materi pemeriksaan pihaknya belum bisa membeberkan secara detail. Tapi yang jelas, dari hasil penyidikan sementara, guru besar ilmu balaghah IAIN Antasari Banjarmasin ini, pada waktu menjabat kepala Kemenag Kalsel membuat usulan lulus CPNS/CASN terhadap anaknya.

“Tersangka membuat usulan kepada badan kepegawaian pusat, dengan berpura-pura anaknya ini lulus CPNS/CASN dengan menandatangi SK-nya sebagai PNS/ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Kalsel.  Jadi dari hasil pemeriksaan sementara, beliau ini telah melanggar di dalam pasal penyalahgunaan wewenang,” terangnya. Adapun pasal disangkakan kepada adalah pasal 12 e UU 31 Tahun 1999 jo 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

Ketika ditanya apakah Prof Fahmi Arif bakal ditahan lantaran statusnya sebagai tersangka” Didik menegaskan, pihaknya akan melihat hasil perkembangan pemeriksaan. Namun ia menjelaskan, jika melihat kondisi kesehatan tersangka, kemungkinan Prof Fahmi Arif hanya dikenakan tahanan kota. Pasalnya, tersangka sudah tua dan pernah menjalani operasi jantung.

“Karena alasan faktor kemanusian, mungkin beliau hanya dikenakan tahanan kota. Jangan sampai begitu kita tahan akan muncul permasalahan baru,” ujarnya. Sementara itu, kuasa hukum tersangka, Sarifani mengatakan, saat ini kliennya sedang menjalani pemeriksaan dengan status tersangka. “Tunggu saja hasil pemeriksaan,” tuturnya seraya berjalan mendampingi Prof Fahmi Arif menuju ruang penyidik. 



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.