Home » Uncategorized » Banyak Kasus, Pembinaan PNS di Wonogiri Perlu Ditingkatkan

Pembinaan para Pegawai Negeri Sipipl (PNS/ASN) di lingkungan Kabupaten Wonogiri perlu ditingkatkan, demi menghindarkan perilaku negatif. Ini dilakukan agar kasus pegawai mabuk-mabukan di kantor, Kepala Sekolah (Kasek) ditangkap karena berjudi, dan Kasek diadili warga karena membawa istri orang, tidak terulang lagi di Wonogiri.

Demikian diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gagasan Anak Negeri (GAN) Wonogiri, Tri ‘Kontak’ Raharjo, terkait dengan maraknya kasus negatif para pegawai yang belakangan terjadi di Kabupaten Wonogiri. Kata Tri, pembinaan dapat dilakukan oleh atasan unit kerja masing-masing. Juga oleh organisasi Korpri atau PGRI.

“Bisa melibatkan juru dakwah atau ahli Al Kitab, untuk sekaligus memberikan siraman rohani dan pembinaan mental,” ujarnya.

Tri, menyatakan sangat prihatin ketika mendengar kasus pegawai mabuk-mabukan minuman keras di kantornya. Lebih prihatin lagi, ketika mendengar ada Kasek yang ditangkap karena berjudi, dan Kasek didenda warga memakai cara adat karena membawa istri orang.

“Mestinya, sebagai abdi negara dan insan pendidikan, harus dapat menjadi suri tauladan masyarakat dengan senantiasa menghindarkan diri dari tindakan negatif dan perbuatan tercela,” tutur Tri.

Seperti pernah diberitakan, tiga pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri, Suprapto, Jimin dan Haryono, dipergoki oleh aparat patroli Satpol-PP bermabuk-mabukan di kantornya. Kapolres Wonogiri AKBP Ni Ketut Swastika melalui Kasat Reskrim AKP Sugiyo, menyatakan, jajarannya menangkap Kasek SD Kecamatan Karangtengah, Harun, bersama enam rekannya karena berjudi.

Berikut menyusul, Kasek SMP Paranggupito, Eko, ditangkap dan diadili secara adat oleh warga Desa Kepuhsari Kecamatan Manyaran, karena membawa istri orang. Penangkapan Kasek Eko, dilakukan setelah warga berulangkali melihat perilakunya suka membawa Ny Naning yang suaminya merantau.

Menyikapi kemunculan berbagai kasus pegawai tersebut, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Wonogiri, menyurati induk instansi pegawai dan Kasek bermasalah, untuk segera melakukan penanganan.

Kepala BKD Wonogiri Rr Rumanti Permanandyah SH MM, melalui Kabid Administrasi Pembinaan Pegawai (APP), Joko Suhatno SH, menyatakan, kepada para pegawai yang bermasalah, dapat diberikan sanksi sesuai dengan kadar pelanggarannya, setelah yang bersangkutan diperiksa oleh atasannya langsung.

Hal ini sesuai dengan PP nomor: 53 tahun 2010 dan Peraturan Kepala (Perka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor: 21 tahun 2010, tentang disiplin pegawai.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.