Home » Uncategorized » BKN Jangan Hanya Tunggu Laporan Daerah

Badan Kepegawaian Negara (BKN) diminta untuk jemput bola ke setiap instansi baik pusat maupun daerah dalam melakukan analisis jabatan dan beban kerja. Ini agar penghitungan jumlah pegawai di masing-masing instansi dapat diselesaikan sebelum Desember 2011.

“Bukan zamannya lagi BKN menunggu di tempat. Makanya saya perintahkan BKN harus jemput bola,” tegas Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Azwar Abubakar usai pertemuan dengan sejumlah pejabat BKN di Jakarta, Rabu (26/10).

Sebelum daerah menyerahkan hasil analisis tersebut, Kemenpan-RB tidak akan memberikan formasi pegawai. Saat ini sudah ada 12 verifikator yang bertugas menerima hasil penghitungan dari daerah maupun instansi pemerintah pusat.

Namun, dalam praktiknya analisa jabatan dan analisa beban kerja yang dilakukan belum sesuai dengan ketentuan Permenpan-RB No. 26/2011 dan Permenpan-RB No. 33/2011 tentang Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja. Dari analisa yang sudah diserahkan, banyak yang dikembalikan lagi.

“Saya sudah meminta agar tenaga verifikator ditambah menjadi 200 orang. Kalau 12 tidak cukup untuk memenuhi target Desember,” ujarnya.

Dijelaskan Azwar, pendampingan dalam penghitungan jumlah pegawai itu perlu dilakukan untuk mempercepat proses, sehingga potret kepegawaian secara nasional dapat diketahui akhir tahun ini. Hal itu sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Bersama Menpan-RB, Mendagri, dan Menteri Keuangan tentang Moratorium CPNS/CASN.

“Dengan adanya 200 verifikator, tidak ada lagi ceritanya menunggu di Jakarta. Tetapi secara simultan melakukan pendampingan penghitungan dan analisa jabatan serta analisa beban kerja,” tandasnya.

Ditambah politisi PAN itu, kalau hanya menunggu dan melakukan verifikasi di Jakarta, mandat Peraturan Bersama Tiga Menteri tentang Moratorium CPNS/CASN itu akan sulit diwujudkan.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.