Home » Uncategorized » Calo CPNS/CASN Setor ke Oknum Pejabat Pinrang

Ada yang menarik dari pengakuan Luice Tilaa, alias Lusi atau Uci, tersangka penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Saat ditemui Upeks di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kepas IIB Kabupaten Pinrang, Jumat pekan lalu, kendati tetap membantah jika dirinya disebut sebagai calo CPNS/CASN, namun Lusi mengaku, uang yang berhasil dikumpulkannya dari para korban yang berharap mulus jadi CPNS/CASN, tidak dinikmatinya sendiri.
Puluhan juta uang yang direkrut dari pada korban yang tidak lulus CPNS/CASN, diserahkannya ke oknum pejabat di Kabupaten Pinrang.
“Saya tidak usah sebut sekarang siapa pejabat itu. Yang jelas, banyak yang terlibat dalam kasus ini. Saya juga hanya korban, karena saya hanya orang suruhan. Uang yang saya terima, saya serahkan ke orang di atas (maksudnya oknum pejabat, red),” jelasnya.
Lusi mengatakan, saat ini dia berkonsentrasi untuk bisa mendapatkan dana, guna mengembalikan uang para korbannya, yang melaporkannya ke kepolisian dengan tuduhan penipuan.
Namun wartawan dan juga pimpinan tabloid bulanan lokal tersebut berjanji, akan membeberkan nama-nama oknum pejabat Kabupaten Pinrang yang ikut terlibat dalam penipuan CPNS/CASN, termasuk oknum pejabat menerima uang dari pada calon CPNS/CASN.
“Ada waktunya saya beberkan nama-nama pejabat yang terlibat. Mana berani saya melakukan ini kalau tidak ada pejabat yang saya pegang,” tegasnya.
Bahkan, pengurus LSM Gender ini memastikan, kalau sejumlah bukti tertulis, kuitansi hingga rekaman juga dikantonginya yang menunjukkan keterlibatan sejumlah oknum pejabat eselon terkait kasus yang dihadapinya.
Kepala BKD yang berusaha di konfirmasi, tidak berhasil ditemui. Telepon selularnya yang berusaha dihubungi pun tidak aktif. Namun secara terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pinrang, H Syarifuddin Side, yang dikonfirmasi usai jumpa pers dengan wartawan Pinrang mengatakan, jika disebut ada oknum pejabat yang terlibat dalam kasus yang menyeret tersangka, pihaknya mempersilahkan untuk diungkap.
Namun, tersangka harus bisa menunjukkan bukti yang mendukung keterlibatan oknum pejabat yang dimaksud.
“Ungkap saja kalau memang ada, tapi harus ada bukti. Jangan hanya katanya saja karena kalau tidak, dia (tersangka) bisa menimbulkan malasah baru bagi dirinya sendiri yakni tuduhan baru pencemaran nama baik,” tandasnya.

Download Soal-Soal CPNS/CASN Indonesia



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.