Home » Uncategorized » Di Bungo Pegawai TU Nyambi Ngajar

Ironi. Pegawai tata usaha di SMA 1 Limbur Lubuk Mengkuang yang tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pengajar, terpaksa memegang mata pelajaran di sekolah. Hal itu karena di SMA 1 maupun di SMK di Limbur Lubuk Mengkuang, kekurangan guru. Bahkan guru setempat minimal mengajar tiga mata pelajaran, yang bukan dari disiplin ilmunya, untuk menutupi kekurangan guru yang ada.

Ahmad Rafi, siswa SMA Negeri 1 Limbur Lubuk Mengkuang ditemui, Kamis (20/10) mengatakan, di sekolahnya yang telah berdiri lebih kurang enam tahun, hingga saat ini hanya memiliki 12 orang guru. Guru tersebut terdiri dari lima guru PNS/ASN dan tujuh tenaga honor.

“Ya sekolah kami sangat kekurangan guru. Bahkan petugas TU yang ada ikut membantu mengajar kami,” sebutnya.

Kepala BKD Bahtiar dikonfirmasi terkait belum dilakukannya mutasi mengatakan, saat ini masih dalam proses. “Bahannya masih dalam proses yang sedang kita kerjakan,” sebutnya.

Sementara itu, menurut pengakuan Eni Gusrina, seorang guru GTT di SMK Negeri 1 mengatakan, akibat kekurangan guru, dirinya yang berlatar belakang Ilmu Hukum Islam terpaksa mengajar bidang studi administrasi perkantoran.

Bahkan, para guru di sekolah tersebut minimal mengajar tiga mata pelajar.
“Tentu saja apa yang kami sampaikan bisa jadi tidak tepat. Tapi apa yang mau dikata, memang kita kekurangan guru. Kita tidak punya guru PNS/ASN,” ujarnya.

Ia mengatakan, pemberitahuan kekurangan guru tersebut tiap bulan selalu disampaikan kepada instansi terkait. “Tiap bulannya kan ada laporan, dan kita selalu menyampaikan kekurangan guru,” ucapnya.

Kadis Pendidikan (Disdik) Bungo Husin Effendi dikonfirmasi mengatakan, untuk menutupi kekurangan guru yang ada di Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang saat ini masih dalam proses.

Husin mengakui, bahwa disekolah tesebut dahulunya ada guru PNS/ASN. Tapi tidak lama berada di sekolah tersebut, mereka pindah ke sekolah lain dengan mengantongi SPT .”Kita telah mengetahui hal itu. Itu terjadi sebelum saya menjabat kadis,” katanya.

Namun ia belum bisa memastikan kapan hal itu akan terealisasi, hal ini sebutnya karena bahan-bahan guru yang akan dipindahkan tersebut telah sampai ke BKD.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.