Home » Uncategorized » DPRD Surabaya Desak Penertiban Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN)

Kalangan DPRD Surabaya meminta agar rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN) dengan mengatasnamakan Biro Perencanaan Kepegawaian Tingkat Nasional (BPKTN) di Trillium harus ditertibkan Satpol PP atau kepolisian. Pasalnya, rekrutmen penerimaan CPNS/CASN tersebut sudah tidak benar alias palsu.
“Setahu saya Pemerintah Kota (Pemkot) atau pusat belum mengadakan penerimaan CPNS/CASN tahun ini atau mungkin setahun ke depan. Bahkan, kondisi ini sudah diumumkan pemerintah pusat. Lha, kalau ada yang melaksanakan rekrutmen CPNS/CASN baru, maka hal itu tidak bisa dipertanggungjawablan,” kata Baktiono, Ketua Komisi D PRD Surabaya.

Apalagi, katanya, Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) Pemkot Surabaya, Yayuk Eko Agustin, mengungkapkan tidak ada penerimaan CPNS/CASN, khususnya di Pemkot Surabaya. Atas pernyataan itu, maka penerimaan CPNS/CASN di mana saja yang ada di Surabaya ini tidak bisa dibenarkan.

Selain itu, biasanya penerimaan CPNS/CASN pendaftarannya dilakukan dan diumumkan di balai kota bukan di hotel atau di apartemen. Karena itu, dia berharap agar Pemkot dan kepolisian melakukan penyelidikan penertiban bila ada penerimaan CPNS/CASN awu-awu. “Kasihan warga yang tertipu karenanya,” jelasnya.

Sementara itu, Polrestabes Surabaya berjanji segera melakukan penyelidikan dugaan aksi penipuan berkedok rekrutmen CPNS/CASN yang mengatasnamakan BPKTN tersebut. “Kami akan melakukan lidik dulu atas kasus tersebut,” ungkap Kepala Unit Kejahatan Umum (Kanit Jatanum) Polrestabes Surabaya, AKP Yunus Saputra.
Seperti diketahui, aksi penipuan ini telah meresahkan para pelamar kerja. Pasalnya pelaku memasang iklan lowongan pekerjaan di surat kabar lengkap dengan alamatnya dengan mengatasnamakan BPKTN. Namun terdapat kejanggalan lantaran alamatnya menggunakan alamat PO BOX 1769 SB 60017. Karena lazimnya, panitia rekrutmen CPNS/CASN menggunakan alamat lengkap dimana instansi itu berada.

Pelamar merasa resah karena setelah mereka melamar dan mengikuti serangkaian tes, ternyata tidak ada tanda-tanda bahwa lembaga yang melakukan rekrutmen adalah instansi pemerintah. Bahkan, lembaga penyelenggara tes terkesan memaksa pelamar untuk mendatangi proses interview. Diduga, lembaga penyelenggara adalah perusahaan swasta yang kesulitan mendapatkan karyawan karena pekerjaan yang ditawarkan tidak diminati pencari kerja. Sehingga menggunakan modus rekrutmen CPNS/CASN agar banyak pencari kerja yang berminat untuk melamarnya.

Sementara ada pelamar yang sudah mengikuti tes dan merasa dirugikan karena terkesan ada unsur penipuan dengan mengatasnamakan instansi pemerintah. Padahal kenyataannya, penyelenggara tes, hanyalah perusahaan swasta. Namun ada juga pelamar yang tidak berani mendatangi tes calon karyawan, karena sudah ada gelagat mencurigakan sehingga dikhawatirkan akan menipu calon karyawan. Pelaksanaan tes itu sendiri diselenggarakan di gedung Trillium Office & Residance Lantai 2 Jl Pemuda 108-116 Surabaya. Menurut para pelamar, panitia penerimaan CPNS/CASN ini mengenakan pin burung garuda, bukannya pin KORPRI layaknya yang dikenakan PNS/ASN.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.