Home » Uncategorized » Gelapkan Gaji Pensiunan PNS Rp 670 Juta, Pegawai Pos Ditahan

Aparat Kepolisian Resor Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (9/8), menangkap Iskandar (43), karyawan PT Pos Indonesia setempat, yang menjadi tersangka kasus penggelapan gaji pensiunan pegawai negeri sipil sebesar Rp 670 juta. “Tersangka kami tangkap sekitar pukul 12.00 WIB di tempat kerjanya di Jalan Mesigit Pamekasan,” kata Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Supingi.

Karyawan Bagian Sarana dan Juru Bayar Pensiun PNS/ASN di PT Pos Indonesia Pamekasan itu ditangkap tim Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pamekasan atas dugaan melakukan penggelapan. Warga Jalan R Abdul Azis Pamekasan itu sempat diperiksa selama dua jam lebih di salah satu ruangan di Kantor Pos Pamekasan. Dia kemudian dibawa ke Mapolres.

Iskandar masuk kantor untuk pertama kalinya setelah sempat menghilang dengan membawa kabur uang gaji pensiun PNS/ASN Pemkab Pamekasan sebesar Rp 670 juta. Berdasarkan informasi dari sejumlah karyawan PT Pos, Iskandar rencananya masuk kerja pada 28 Juli. Tetapi, dia baru muncul di kantornya pada Selasa ini.

Menurut AKP Supingi, total uang yang dibawa kabur pelaku sebesar Rp 670 juta itu untuk pembayaran gaji ke-13 pensiunan PNS/ASN Pemkab Pamekasan. Sehari sebelum kabur (27/7), pelaku menerima uang Rp 670 juta dari pimpinan PT Pos Indonesia dan ditugaskan untuk membayar gaji ke-13 pensiunan PNS/ASN.

Namun, keesokan harinya pada sekitar pukul 03.00 WIB, pelaku menemui Manajer Pelayanan PT Pos Indonesia, Saifuddin, di rumahnya dan memberikan kunci brankas tempat penyimpanan uang. Kepada Syaifuddin, Iskandar beralasan akan datang terlambat ke kantor karena masih ada kepentingan keluarga. Namun, Syaifuddin kaget ketika mengetahui tidak ada uang sama sekali di brangkas kantor.

Ia kemudian melaporkan temuan itu kepada Kepala Kantor Pos Pamekasan, Ade Ahadiat, dan melanjutkannya ke Mapolres setempat. Kendati uang dibawa kabur, PT Pos Indonesia tetap mencairkan gaji ke-13 pensiunan PNS/ASN dengan mencarikan uang pengganti. “Tersangka Iskandar dijerat dengan pasal 374 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” kata AKP Supingi.

Download Soal-Soal CPNS/CASN Indonesia



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.