Home » Uncategorized » Jangan Tambah Libur Lebaran bagi PNS

 Cuti bersama bagi pegawai negeri sipil (PNS/ASN) menghadapi lebaran Idulfitri cukup panjang. Dengan begitu, kesempatan bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat juga cukup lama. Dengan demikian, seyogyanya PNS/ASN ini tidak perlu lagi menambah libur di luar jadwal cuti bersama yang sudah ditetapkan. “Makanya, tidak perlu lagi menambah libur. Kalau sampai menambah libur tanpa keterangan, sanksinya berat,” tegasBupati Maros, HM Hatta Rahman, Kamis, 25 Agustus.

Hatta mengingatkan kepada seluruh PNS/ASN untuk tidak mencoba menambah libur dengan sengaja. Sebab, jika itu terjadi, maka sanksinya bisa sampai dipecat.

Apalagi, kata dia, jika alasan yang dikemukakan tidak tepat atau tanpa keterangan. “Jika alasan tidak tepat atau tanpa keterangan yang jelas yang bisa menimbulkan sanksi berat berupa pemecatan, penurunan pangkat ataupun sanksi lainnya yang dianggap sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan,” ujar Hatta.

Dia mengatakan, pemerintah tidak memberi toleransi kepada PNS/ASN yang tambah libur karena hari libur untuk lebaran sudah cukup, yakni seminggu. Pemkab Maros juga telah mengeluarkan edaran pelaksanaan hari libur dan cuti bersama Hari Raya Idulfitri 1432 H/2011 M. Libur Nasional ditetapkan 30 sampai 31 Agustus, cuti bersama senin 29 Agustus serta Kamis hingga Jumat 1-2 September 2011. Praktis masuk kerja akan dilakukan mulai 5 September.

“Secara keseluruhan PNS/ASN mulai libur sabtu 27 Agustus hingga 4 September karena di Maros hanya lima hari kerja,” ungkapnya.

Pimpinan SKPD diminta untuk tetap melakukan pengawasan disiplin secara ketat terhadap staf sebelum dan sesudah hari libur dan cuti bersama. Terkhusus, Senin, 5 September.

Sedangkan SKPD yang tugas pokok dan fungsinya memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, agar pimpinan SKPD membuat dan mengatur penugasan khusus kepada pegawai untuk tetap menjalankan tugas. Terutama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat agar situasi keamanan tetap kondusif dan terkendali.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD Maros, Amiruddin Karim, merespons positif imbauan Bupati tersebut. “Sekarang PNS/ASN itu sudah diberi keistimewaan dengan adanya percepatan gaji dan gaji ke-13, sehingga tentunya harus dibarengi dengan kinerja yang baik dan meningkat pula,” ungkapnya.

Salah satu caranya, kata dia, dengan disiplin waktu. “Jadi setelah masa libur berakhir, sebaiknya segera masuk. Karena jika tidak, pasti ada sanksi-sanksi yang bisa diperoleh. Mulai dari sanksi ringan, sedang dan berat,” katanya.

Dia mencontohkan jika sanksi-sanksi ini bisa diberikan secara berkala tidak langsung berat.

Kalau misalnya dia tidak taat disiplin bisa diberi teguran lisan, jika tiga kali tidak direspons maka bisa diberi teguran tertulis, dan seterusnya. “Nah salah satu contoh sanksi sedang itu bisa dengan penurunan pangkat atau penundaan gaji berkala. Jadi saya rasa itu wajar kalau Pemkab memberi sanksi bagi mereka yang tidak patuh,” ungkapnya. (*)



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.