Home » Uncategorized » Kemenkumham Akan Bersihkan Potensi Korupsi Internal Kementerian

Selain memperketat pemberian remisi dan pembebasan kepada koruptor, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia diminta membersihkan instansinya dari potensi tindak pidana korupsi. “Bersihkan korupsi di internal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,” kata anggota Badan Pekerja Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, dalam diskusi bertajuk “Permisi, Numpang Remisi” di Jakarta, Sabtu (5/11/2011).

Salah satu program Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemhuk dan HAM) yang berpotensi korupsi, menurut Emerson, adalah penggantian logo kementerian tersebut. Saat masih dipimpin Patrialis Akbar, Kemhuk dan HAM mengganti logonya dari pohon beringin hijau menjadi kombinasi garis lurus dan lingkaran emas yang membentuk pohon.

Menyesuaikan dengan logo baru itu, mau tidak mau dilakukan perubahan logo kop surat, emblem, seragam, yang tentunya menelan sejumlah biaya. “Ganti logo, proyek baru,” ucap Emerson.

Emerson juga menilai bahwa potensi korupsi juga ada di lembaga pemasyarakatan yang dikelola Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemhuk dan HAM. “Lebih bagus juga menghapus sel khusus koruptor di Cipinang,” katanya. Tujuannya agar para terpidana korupsi tidak memperoleh keistimewaan.

Jika Kemhuk dan HAM di bawah kepemimpinan Amir Syamsuddin serius memerangi korupsi, kata Emerson, maka yang perlu diperhatikan adalah revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan revisi UU tentang Komisi Pemberantasan Korupsi. Terkait dua revisi UU tersebut, Emerson meminta Kemhuk dan HAM tegas membela pemberantasan tindak pidana korupsi.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.