Home » Uncategorized » Kementerian Minta Ada Moratorium BUMN Farmasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan moratorium sementara terkait target setoran dividen BUMN farmasi. Alasannya saat ini BUMN farmasi membutuhkan modal untuk kebutuhan penelitian dan pengembangan, juga merevitalisasi sejumlah mesin tua.

Sementara rata-rata dividen tunai yang ditarik dari BUMN farmasi sekitar 30 persen dari total laba Perseroan. “Seandainya diizinkan, dividen tersebut sebaiknya kecil-kecil saja, setidaknya dalam 3 tahun ke depan,” kata Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur Irnanda Laksanawan, di Jakarta, Senin 24 Oktober 2011.

Wakil Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aria Bima mengatakan, pihaknya mendukung usulan tersebut dan akan membicarakannya dengan pihak pemerintah. “Kami mendukung usulan pengurangan setoran dividen,” kata Aria Bima.

Menurut Irnanda tahun depan dua perusahaan farmasi yakni PT Indofarma dan PT Kimia Farma Tbk  bakal digabung menjadi satu.  Akhir tahun ini rencananya Indofarma akan melakukan re-evaluasi aset sebagai bagian dari rencana regrouping BUMN bidang farmasi.

“Rencananya Indofarma akan go private, untuk kemudian dibeli Kimia Farma pada semester satu atau semester dua 2012 tergantung nanti bagaimana respon pasar,” kata Irnanda.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.