Home » Uncategorized » Ketua Mahkamah Agung akui sulit awasi perilaku 35 ribu pegawai peradilan

Ketua Mahkamah Agung (MA) Harifin Andi Tumpa mengakui sangat sulit mengawasi perilaku sekitar 35 ribu pengawai peradilan. Harifin membandingkan di instansi yang lebih kecil dari lembaga peradilan pun kerap terjadi kasus penyuapan.
“Kami juga mempunyai keterbatasan-keterbatasan, dan ini seperti yang selalu saya katakan, pembinaan atas 35 ribu personil tidaklah mudah dan gampang. Ibarat sebuah pohon, katakanlah ada yang berbuah manis dan utuh, tentu ada satu-dua yang busuk atau dimakan kelelawar,” kata Harifin, kepada wartawan, di Gedung MA, Jakarta, Jumat (10/6).
Menurut Harifin, instansi lain yang pegawainya tidak sampai seribu juga terjadi masalah seperti penyuapan. “Seperti yang saya katakan tadi mengawasi 35 ribu orang tadi bisa nggak. Instansi yang kecil saja yang pegawainya tidak sampai seribu terjadi juga masalah-masalah seperti itu,” kata Harifin.
Harifin membantah apabila pengawasan MA dinyatakan tidak berjalan. “Ini perilaku personil. Pengawasan sudah berjalan. Pusat juga mengirim pengawasan ke ketua Pengadilan Tingkat Banding dan Ketua Pengadilan tingkat pertama,” ujar Harifin.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.