Home » Uncategorized » Kinerja Pegawai Kecamatan di Kutai Dikeluhkan

Kinerja Pegawai Kecamatan di Kutai Dikeluhkan. Kondisi Pasar Olah Bebaya Melak, Kutai Barat (Kubar) setelah kebakaran, Jumat (14/10) malam,  berangsur-angsur pulih. Pedagang ikan dan sayuran mulai berjualan lagi kemarin di pinggir Jalan A Yani, meski menggunakan petak darurat yang mereka buat sendiri.

Namun, banyak pedagang menyoal lambatnya  pemerintah kecamatan memetak lahan untuk pasar darurat tersebut. Hal tersebut membuat mereka gelisah, karena sudah dua hari ini tidak bisa berjualan. “Kalau pegawai (aparat kecamatan, Red.) enak saja ngomong sabar. Tapi, kami mau makan apa kalau tidak berjualan,” keluh salah seorang pedagang kepada harian ini, kemarin.

Dikonfirmasi keluhan pedagang tersebut, Camat Melak Rakhmat mengaku belum dapat mengatur petak pasar darurat. Pasalnya,  lokasi di jalan KS Tubun, Kelurahan Melak Ulu masih banyak barang bekas kebakaran yang belum dibersihkan. Kalau dibuat petak jualan di pinggir jalan akan menggangu arus lalu lintas. Juga berdekatan dengan Sungai Mahakam yang rawan longsor. “Makanya kami minta pedagang bersabar dulu,” kata Rakhmat.

Menurut dia, pihaknya sedang memasang plang larangan membangun di lokasi kebakaran yang merupakan aset pemerintah. Lokasi yang digunakan sementara untuk penjual sayur dan ikan, adalah depan terminal. “Untuk lahan pasar tetap akan dikosongkan untuk program pembangunan pasar baru nantinya,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolsek Melak AKP Solehudin mengatakan, untuk penyelidikan kasus kebakaran ini, pihaknya sudah meminta keterangan satu dari tiga saksi di Mapolsek Melak. Pemeriksaan untuk mengetahui dari mana asal api. “Nama saksinya kami belum bisa publikasikan, termasuk dua saksi lainnya yang belum datang ke Mapolsek,” kata Solehudin.

Hingga kemarin, petugas juga masih fokus membantu korban dan mengamankan lokasi kebakaran dari aksi pengambilan besi tua atau tujuan lainnya. “Kami amankan dengan memasang garis  polisi,” jelasnya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.