Home » Uncategorized » Konferensi Pers di Kantor Presiden

KETUA Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyelenggarakan konferensi pers bersama di Kantor Presiden, kemarin. Pokok soal yang disampaikan bukan berkaitan dengan konstitusi, melainkan menyangkut pemberian uang dari Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sebesar 120 ribu dolar Singapura (S$), atau sekitar Rp830 juta, kepada Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi Janedri M Gaffar.

Ada beberapa hal yang perlu disorot mengenai perkara itu. Pertama, apa perlunya dua petinggi negara itu menyelenggarakan konferensi pers? Apakah kurang kerjaan?

Menurut Mahfud MD, uang itu tidak berkaitan dengan suap sebab Nazaruddin tidak punya perkara di Mahkamah Konstitusi, tidak punya urusan dengan Mahkamah Konstitusi.

Jadi, ada apa gerangan sehingga Nazaruddin ‘berbaik hati’ memberi uang sebanyak itu gratisan? Untuk menjawab motif yang sepertinya misterius itu, di film-film dengan kualitas mediocre, cukuplah diserahkan kepada detektif swasta.

Akan tetapi, karena negara ini tidak mengakui profesi detektif swasta, kasus itu menjadi ranah polisi. Itu pun cukup dilaporkan di tingkat kapolres. Tak perlu sampai presiden dan Ketua Mahkamah Konstitusi turun tangan.

Kedua, jika untuk pejabat yang tidak punya urusan dengannya saja Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin obral uang, apakah yang akan dilakukannya terhadap pejabat yang punya kewenangan proyek?

Pertanyaan itu menjadi penting karena Nazaruddin diduga terlibat dalam kasus suap Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kasus itu sedang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi dan menimbulkan pro dan kontra terhadap kedudukan Nazaruddin di kepengurusan Partai Demokrat.

Ketiga, mengapa kasus uang S$120 ribu itu dibahas di Kantor Presiden? Bukankah Mahfud MD melaporkan kasus itu dalam surat yang ditujukan kepada Yudhoyono sebagai unsur pimpinan Partai Demokrat? Bukan dalam kedudukannya sebagai presiden.

Kerancuan kedudukan sebagai pemimpin partai dan sebagai presiden sesungguhnya merupakan perkara serius karena menyangkut konflik kepentingan. Oleh karena itu, harus tegas dipisahkan.

Jangan lupa, kasus yang diduga menyangkut Nazaruddin berkaitan dengan abuse of power yang berkaitan dengan partai yang berkuasa.

Yang menarik setelah konferensi pers kemarin itu Nazaruddin membantah apa yang disampaikan Mahfud MD dan beramai-ramai pula orang dalam Partai Demokrat membela Nazaruddin. Tidakkah akan ada serangan balik terhadap Mahfud?

Kali ini sangat disayangkan, Ketua Mahkamah Konstitusi yang berani, cerdas, dan bijaksana itu terbawa ke dalam arus yang dangkal dan menjebak.

Sumber:

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/05/21/227633/70/13/Konferensi-Pers-di-Kantor-Presiden-

Soal CPNS/CASN Indonesia

Tags :

Download Soal Ujian CPNS/CASN Indonesia



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Are 3 Responses So Far. »

  1. Welcome Steinbach! We are so enthusiastic to welcome you to your Fruit Share loved ones we know you might be likely to love it!

  2. Truly beneficial thanks, There’s no doubt that your readers would possibly want far more items along these lines carry on the excellent do the job.

  3. I love your site. It has been a real help for me as I deal with this subject. Thanks a lot.