Home » Uncategorized » Kronologi Penangkapan Abdul Hadi Djamal Oleh KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi SP, menjelaskan penangkapan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Abdul Hadi Djamal (AHD). Kronologis peristiwa penangkapan sebagai berikut:

1. KPK mendapat laporan dari masyarakat bahwa ada pertemuan antara anggota DPR RI dan seorang pejabat Departemen Perhubungan (Dephub).

2. Selanjutnya diadakan pengintaian oleh KPK terhadap mereka sejak Jumat, 27 Februari 2009. Namun, ditunggu hingga pukul 03.00 dini hari, tidak ada kegiatan transaksi di antara keduanya.

3. KPK kembali mendapat informasi terkait dengan kegiatan mereka.

4. Diadakan pengintaian Senin (2/3) sejak pukul 16.00 di Jl Juanda, Jakarta Pusat. Pukul 16.00 tersebut, DD (Dharmawati Dareho) bertemu dengan HK (Hontjo Kurniawan) di tempat itu, lalu menyusul AHD.

5. Kemudian, di persimpangan antara Jl Jend Sudirman dan Jl Casablanca, sebuah mobil Honda Jazz dengan tiga orang penumpang, yaitu DD, AHD, dan seorang sopir, dihentikan oleh KPK, sekitar pukul 22.30.

DD dan AHD serta sopirnya pun diboyong ke Gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Diketahui selanjutnya bahwa mobil Honda Jazz itu adalah milik DD. Tidak hanya itu, ternyata sebuah mobil Nissan Terrano mengikuti mobil Honda Jazz milik DD dari belakang. Mobil Nissan Terrano itu merupakan milik AHD yang dikemudikan oleh sopirnya.

Saat penangkapan itu, KPK mendapati uang sejumlah 80.000 dollar AS dan Rp 54.550.000 di dalam tas warna coklat. Setelah dilakukan penggeledahan di dalam mobil Honda Jazz tepatnya dibawah jok uang sejumlah 10.000 dollar AS.

Adapun saat penangkapan terhadap AHD dan DD, KPK tidak mendapatkan perlawanan berarti. DD sempat menangis saat ditangkap karena teringat akan anaknya.

Menurut sumber lain dari Jl Juanda, diperkirakan, sebelum sampai sebuah rumah makan, mereka sempat ke Hotel Sultan terlebih dahulu. Baru kemudian sekitar pukul 22.00 meninggalkan tempat tersebut.

6. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, dari DD dan AHD diperoleh informasi bahwa ada pihak swasta yang terlibat, yaitu HK. HK kemudian ditangkap KPK di sebuah apartemen di kawasan Jakarta Barat. Penangkapan terhadap HK juga tidak ada perlawanan.

Sumber lain mengatakan bahwa apartemen tersebut merupakan Apartemen Taman Anggrek, dan sudah dilakukan penggeledahan oleh KPK, Selasa (3/3) siang. (CW6)



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Are 3 Responses So Far. »

  1. PISAU TAJAM KORUPSI

    Kebusukan nafsumu, membunuh jiwaku. Lalu kau berjalan meyeringai membiarkanku sendiri. Dengan suara terbahak kau berjalan pergi, membiarkanku terluka. Tubuhku menggelepar tak berdaya, kau menikamku dengan pisau tajam korupsi.

    Hatiku berdarah dalam tubuh, aku merintih kesakitan. Darahku menetes. Setiap darah yang menetes membakar perih ini setiap saat. Koruptor membinasakanku.

    waktu itu……….

    Semalam sebelumnya, diantara kedua tanganmu kekuatanmu berasal. Gema senandung kesedihan dari seorang yang sengsara, hati anak yatim yang hatinya hancur berkeping-keping, desah ratapan seorang yang tertindas, kau bantu. Kau ku anggap sebagai juru selamatku.

    Tapi kini…………!!!!

    Dalam malam tenang, hati membukakan pintu rahasia kamarku, angin membangunkanku tidur lelapku.

    KPK menangkapmu…

    Dengan halus, Abdul Hadi Djamal menikamku dengan pisau tajam korupsi.

    sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  2. Pelajaran buat Abdul Hadi Jamal…. dan sangat memalukan…. menampar Organisasinya…
    Saya sebagai kader PAN Sangat kecewa dengan prilaku AHD…. Alhamdulillah DPP PAN Tegas dan tetap Komitmen terhadap Platfon Partai…sehingga Pantas ganjaran bagi AHD untuk di non aktifkan alias di pecat dari Partai.

    Selamat untuk Sutrisno Bachir yang dengan cepat mengambil keputusan…agar anggota PAN yang macem macem….. tdk berbuat sekenanya saja.

  3. Mudah – mudahan ini yang terakhir kalinya ada anggota DPR atau pejabat negara yang ditangkap oleh KPK, Kasihan rakyat dinegeri ini kalau para wakil rakyatnya selalu merasa kekurangan yang tidak cukup dengan gaji bulanannya yang pada akhirnya Meng Korupsi Uang negara, yang berikutnya meringkuk di hotel prodeo yang terakhir tinggal tunggu pemgadilan dari tuhan