Home » Uncategorized » Mahfud MD: Para Sarjana dan lulusan Universitas Menjadi Beban Negara

Dalam orasi ilmiahnya di acara dies natalis yang digelar di baruga Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Senin (10/09/2012), Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, menyebutkan bahwa kini, para sarjana dan lulusan universitas telah menjadi beban negara. Pasalnya, banyak sarjana yang tak langsung terserap lapangan kerja.
"Lulusan universitas bukan berarti aset, tetapi menjadi beban negara. Karena belum tentu lulusan universitas bermanfaat bagi negara, karena faktanya banyak yang menganggur dan tidak bisa memanfaatkan ilmu yang diperolehnya dari universitas," kata Mahfud.
Pada acara yang dihadiri oleh Gubernur Sulsel, Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda), Panglima Komando Operasional Angkatan Udara (Pangkoopsau) II Makassar, Danlantamal VI Makassar, dan Guru Besar Unhas itu, Mahfud menambahkan, sarjana belum pantas disebut cendekiawan meski telah mengenakan toga. Proses meraih gelar sarjana, lanjutnya, hanya mengukur kecerdasan otak. Namun, Mahfud berharap setiap sarjana mampu menjadi seorang cendekiawan.
"Untuk memperbaiki negara Indonesia, sudah banyak universitas yang bisa memberikan terapi. Tetapi, terapi dari universitas tidak dipergunakan. Banyak sudah teori yang dimunculkan, tetapi ketika keluar dari kampus teori berubah dan menjadi koruptor," tandasnya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Are 2 Responses So Far. »

  1. bagaimana kita mau bangun indonesia kalau kita masih diluar sistem,saya pernah dengar kata dari seseorang terkemuka di indonesia dia mengatakan ” bahwa kalau kita pengen merubah suatu sistem maka masuklah kedalam sistem tersebut,contoh nya indonesia hancur bukannya karena orang yang jahat akan tetapi sistem nya yang mengatur untuk orang itu berbuat jahat,

  2. Ya bener pak, tapi Negara tetap punya tanggung jawab kan pak sesuai UUD45, idealnya peran negara diwujudkan dalam sikon yg kondusip utk berwirausaha bagi pemula / generasi muda , tapi faktanya orang kecil semakin terdesak dengan pemodal kapitalis, prakteknya sulit pak. apalagi peran pemerintah hanya setengah2 alias tidak serius membantu rakyat kecil (pemuda).