Home » Uncategorized » Menanti Seleksi CPNS/CASN Berkualitas

SELEKSI calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) untuk formasi 2011 mulai memasuki tahapan. Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) pada setiap kabupaten/kota sudah mengajukan formasi dan jumlah CPNS/CASN yang dibutuhkan. Agenda pengadaan CPNS/CASN ini tentu saja menjadi perhatian banyak pihak, utamanya masyarakat yang berminat menjadi pegawai negeri sipil (PNS/ASN).
Kendati masih ada daerah yang belum menuntaskan agenda penerimaan CPNS/CASN pada tahun sebelumnya, karena peserta yang dinyatakan lulus belum menerima SK, namun dipastikan akan ada ribuan CPNS/CASN yang akan diterima tahun ini. Ini bisa dilihat dari jumlah kuota CPNS/CASN yang diusulkan daerah yang rata-rata mengusulkan di atas angkat 500 orang.
Di Barru misalnya, untuk pengadaan CPNS/CASN 2011 ini, BKDD Barru setidaknya mengusulkan 580 orang untuk diangkat menjadi CPNS/CASN. Kendati usulan tersebut masih di berada di Badan Kepegawaian Negara (BKN), namun jumlah yang disetujui dipastikan mencapai ratusan orang.
Malah, Bulukumba mengusulkan lebih banyak lagi. Untuk 2011 ini, BKDD Bulukumba mengusulkan setidaknya, 1.759 orang, dengan rincian tenaga guru 1.395, tenaga kesehatan 79 orang, dan tenaga teknis sebanyak 285 orang. Sementara untuk Soppeng, pihak terkait mengusulkan sedikitnya 720 orang untuk diangkat menjadi PNS/ASN.
Usulan yang tidak kalah besarnya dilakukan BKDD Bone yakni sebanyak 1.015 orang dengan rincian, 600 orang tenaga pengajar, 300 orang tenaga kesehatan dan 115 orang tenaga teknis lainnya. 
Sementara dari Wajo, jumlah formasi yang diusulkan ke pusat mencapai 484 orang, terdiri dari tenaga guru 123 orang, tenaga kesehatan 216 orang, dan tenaga teknis 145 orang.
Angka terbesar juga diusulkan dari Pemkab Takalar. Totalnya mencapai 2.338 orang, terdiri dari tenaga guru 1.403, tenaga kesehatan 133, dan tenaga teknis 802 orang.  
Kepala Badan Kepegawaian Daerah  Barru, Iskandar B Amsar, menyatakan, pengusulan kuota CPNS/CASN itu dilakukan beberapa waktu lalu. Tentu saja, jumlah tersebut baru sebatas usulan, karena semuanya bergantung persetujuan BKN. “Semua bergantung pemerintah pusat berapa yang disetujui,” kata Iskandar.
Dari seluruh fomasi yang diusulkan, formasi guru dan tenaga kesehatan yang masih dominan. Dua formasi ini memang  menjadi prioritas daerah dalam beberapa tahun terakhir. “Ini masalah kebutuhan pegawai,’’ demikian mantan Camat Tanete Riaja ini.
Kepala BKDD Bulukumba, Andi Syafrul Patunru menjelaskan, kebijakan mengusulkan kuota tenaga guru dengan porsi besar lantaran jumlah tenaga guru saat ini masih sangat minim khususnya pada daerah terpencil. Guru saat ini dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan guru untuk semua jenjang pendidikan. Apalagi daerah terpencil masih dihuni satu atau dua tenaga guru, termasuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya jumlah sekolah baik negeri maupun swasta. “Formasi tenaga guru memang masih akan menjadi priorotas utama,” kata Syafrul. 
Kepala Disdikpora Bulukumba, Andi Akbar Amier menambahkan formasi guru harus menjadi prioritas karena beberapa sekolah sangat terbatas tenaga pengajarnya. Bahkan ada sekolah hanya satu gurunya atau kepala sekolah merangkap pengajar.
”Kebutuhan guru tidak bisa ditawar-tawar lagi. Sebenarnya, setiap tahun kita usulkan banyak guru, tapi tidak terpenuhi sekaligus,” ujar Akbar.
Kabid Formasi dan Kesejahteraan Pegawai BKDD Soppeng, Suriasni mengatakan usulan  formasi CPNS/CASN Soppeng telah diserahkan ke BKN melalui Pemprov Sulsel. “Usulan tersebut telah mendapatkan persetujuan pemprov dan sudah diserahkan ke BKN,” kata Suriasni.
Dia menambahkan, formasi CPNS/CASN yang diusulkan itu telah disesuaikan dengan kebutuhan seluruh SKPD lingkup Pemkab Soppeng. Formasi CPNS/CASN Soppengini memerhatikan faktor pelayanan dasar. Selain guru dan kesehatan, tenaga teknis juga masih menjadi perhatian karena sejumlah SKPD  masih kekurangan tenaga teknis dan strategis seperti penyuluh. Dalam penyusunan formasi SKPD tetap memprioritaskam jabatan dan jenis kualifikasi pendidikan yang diisyaratkan.
“Seluruh SKPD telah disampaikan untuk mengusulkan formasi sesuai kebutuhan prioritas. Jadi formasi yang tidak mendesak memang tidak dimasukkan dalam usulan,”tambah Suriasni. 
Kepala BKDD Bone, Muhammad Ridwan, mengatakan, belum bisa memastikan berapa banyak yang disetujui oleh pusat. “BKN belum mengirimkan persetujuan jatahnya. Jadi sampai saat ini kami belum tahu,” ujar Ridwan.
Ridwan menyebutkan, usulan tahun ini meningkat dibanding tahun sebelumnya. Tahun lalu misalnya hanya mengusulkan 650 orang dengan rincian dengan rincian 300 orang guru, 200 orang tenaga kesehatan dan 150 tenaga teknis. (rus-arm-lin-asr-far-ulf)



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.