Home » Uncategorized » Bolos, Prilaku Para PNS di Indonesia

Perbuatan bolos sepertinya sudah merupakan penyakit kronis bagi sebagian pengawai negeri sipil (PNS/ASN). Meski telah diberi kesempatan libur bersama agar tak mangkir pada hari kejepit yang populer dengan sebutan harpitnas usai menjalani libur resmi nasional-Kamis (2/6) dalam rangka Kenaikan Isa Almasih-ternyata masih ada saja PNS/ASN yang tak masuk kerja pada hari pertama kerja kembali, Senin (6/6). Tidak hanya PNS/ASN yang jauh di pelosok, tetapi mereka yang bekerja di ibu kota negara, Jakarta, yang seharusnya lebih disiplin, menjadi contoh bagi daerah, ternyata tetap saja belum lepas dari penyakit malas, absen di hari pertama kerja usai menjalani libur panjang. Setidaknya terdapat 100 PNS/ASN di Pemprov DKI Jakarta membolos, setelah mereka libur selama 4 hari, termasuk "hadiah" cuti bersama pada 3 Juni 2011.

Masalah mental, itulah penyakit utama yang diidap PNS/ASN yang suka mangkir usai libur. Tidak peduli apakah usai menjalani libur resmi nasional, libur bersama, atau usai menjalani hari besar seperti hari raya keagamaan, bagi pegawai bermental bobrok itu sama saja. Mereka seenaknya bolos. Faktanya, dalam dua kali libur bersama pertengahan Mei lalu dan awal Juni ini-yang hanya berselang dua pekan-jumlah PNS/ASN yang tidak masuk kerja tanpa alasan di berbagai daerah tetap saja menonjol.

Reformasi birokrasi sebelas tahun terakhir yang telah menghabiskan anggaran mencapai Rp 11 triliun, ternyata tak mampu meningkatkan disiplin kerja PNS/ASN. Kenaikan gaji, pemberian remunerasi (tunjangan prestasi), serta berbagai keistimewaan lain belum sanggup mendongkrak kinerja pegawai negeri. Pelayanan umum masih saja banyak dikeluhkan, tidak hanya diwarnai pelayanan yang lelet, tapi juga masih diwarnai permintaan upeti.

Kualitas pelayanan publik masih jauh dari harapan. Di beberapa daerah, pembayaran air minum (PDAM) misalnya, untuk membayar biaya pemakaian bulanan (rekening) malah konsumen yang harus sabar, karena pegawai bagian penerimaan kerap sangat "disiplin" dalam memanfaatkan waktu istrirahat, sementara jam kerja mereka pun hanya sampai pukul 14.00, walau jam mulai kerja molor.

Pemerintah, dalam segi pelayanan, masih harus belajar banyak kepada berbagai perusahaan swasta, termasuk beberapa badan usaha milik negara (BUMN) yang telah mampu memberdayakan karyawan secara profesional. Jika tidak, janji bahwa PNS/ASN dapat memenuhi asas pelayanan prima-cepat, murah, transparan, akuntabel, dan tidak diskriminatif-hanya akan menjadi kampanye kosong.

Kebijakan reformasi birokrasi harus diterapkan secara sungguh-sungguh dari pusat hingga pelosok. Aturan harus ditegakkan, bukan sekadar hanya ancaman. Berlakukan teguran, penundaan kenaikan golongan, sampai pada sanksi tertinggi pemecatan sesuai dengan aturan yang ada. Jangan berlakukan PNS/ASN berdisiplin dan bermental rendah sama dengan PNS/ASN-PNS/ASN disiplin.

Kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN) merupakan salah satu virus sulit tegaknya disiplin, terlebih di kalangan PNS/ASN. Karena itu, perang terhadap KKN harus diterapkan dari awal, sejak penerimaan calon pegawai. Jangan ada (lagi) calon pegawai titipan, calon pegawai yang diterima karena bersedia membayar imbalan. Jika tidak, jangan harap kinerja pegawai negeri akan membaik. (Suara Karya)



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Is 1 Response So Far. »

  1. usul dari warganegara nich, gimana kalau PNS yg bolos n tidak disiplin dipecat azza dech, sebab merugikan keuangan negara, jadi yang PNS cuma orang orang yg terpilih, masa ada ijazah palsu bisa jadi PNS, jd gitu deh kerjanya ga bener, buktikan apa itu sumpah jabatan…harus konsekwen dech, bravo BKN