Home » Uncategorized » Menteri PAN dan RB : Adukan Kecurangan Seleksi CPNS/CASN ke ICW

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN dan RB) Azwar Abubakar mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar ikut berpartisipasi dalam mewujudkan rekruitmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN) yang bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN). Dalam hal ini anggota masyarakat dapat dilakukan menyampaikan pengaduan kecurangan atau penyalahgunaan wewenang serta tindak KKN dalam proses rekruitmen CPNS/CASN kepada Indonesia Corruption Watch (ICW).

Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan seleksi CPNS/CASN yang bersih, obyektif, transparan dan akuntabel, sehingga menghasilkan CPNS/CASN dari putra putrid terbaik. “Saya sudah ketemu dan berbicara dengan pihak ICW, dan mereka menyatakan siap menerima pengaduan berbagai kecurangan dalam seleksi CPNS/CASN,” ujar Menteri PAN dan RB Azwar Abubakar dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu (21/1).

Rekruitmen CPNS/CASN merupakan salah satu pintu masuk yang sangat dalam mewujudkan good governance. Selain menyiapkan sejumlah peraturan perundangan, Kementerian PAN dan RB juga dituntut untuk melakukan pengawasan di lapangan lebih ketat. Hal itu sangat beralasan, mengingat banyaknya kasus yang sering dikeluhkan terkait rekruitmen CPNS/CASN di berbagai daerah. Bahkan, ada sinyalemen bahwa rekruitmen CPNS/CASN di daerah dijadikan “ATM” oleh pejabat, dan sering dijadikan alat dalam kampanye pilkada. Padahal, selama ini rekruitmen CPNS/CASN sudah melibatkan perguruan tinggi negeri.

Ke depan, seleksi CPNS/CASN tetap akan melibatkan perguruan tinggi negeri, yang digabungkan dalam konsorsium. Namun, menurut rekomendasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, hanya beberapa perguruan tinggi negeri yang dinilai mampu melaksanakan seleksi CPNS/CASN di daerah secara obyektif, transparan dan akuntabel. “Kalau masih ditemukan adanya kecurangan-kecurangan, kami akan membatalkan dan tidak akan memberikan Nomor Induk Pegawai (NIP),” tegasnya. (A-78/kur)***



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.