Home » Uncategorized » Moratorium PNS menekan anggaran

Pemberlakuan moratorium (jeda) penerimaan pegawai negeri sipil (PNS/ASN), mengurangi pembengkakan anggaran di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota. “Selama ini, anggaran pembangunan untuk rakyat hanya tersisa 30 persen selebihnya terkuras untuk pembayaran gaji dan tunjangan PNS/ASN,” kata analis ekonomi Unsyiah Banda Aceh, Jasman J Ma’ruf, tadi pagi.

Menurutnya, pembangunan Aceh sektor riil lebih baik ketimbang banyaknya menerima PNS/ASN karena pembangunan itu bisa meningkatkan kesejahteraan rakyat.Misalnya, lanjut dia, pembangunan jalan, irigasi dan fasilitas umum lainnya akan sangat besar dampak bagi rakyat Aceh.”Adanya jalan akan memudahkan petani untuk mengangkut hasilnya kebunnya ke perkotaan. Begitu juga dengan hal-hal lainnya,” kata Jasman.

Jasman menyebutkan, berdasarkan studi yang dilakukannya kebutuhan PNS/ASN di Aceh sudah sangat mencukupi bahkan sudah melebihi kuota, misalnya untuk tingkat provinsi, jumlah PNS/ASN yang sudah sekitar 8.200 orang.”Untuk apa banyak PNS/ASN bila mereka tidak produktif dan tidak memiliki etos kerja yang baik,” sebut akademisi Unsyiah ini.

Jasman menambahkan, bila para PNS/ASN tersebut tidak lagi produktif atau tidak mampu bekerja lagi sebaiknya dilakukan pensiun dini saja, sehingga tidak menghambat orang lain bekerja.”Bagi yang memiliki kualitas itu tetap harus dipertahankan. Untuk itu pimpinan harus berani bersikap tegas,” sarannya.

Ini, kata Jasman, salah-satu upaya untuk mengurangi angggaran pembangunan rakyat terkuras. Banyaknya PNS/ASN yang tidak bekerja atau PNS/ASN pengangguran itu akan merugikan negara dan akhirnya bisa merugikan rakyat dan pembangunan tidak akan ada apa-apa.

Download Soal-Soal CPNS/CASN Indonesia



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.