Home » Uncategorized » Oknum Pejabat di Bapemdes Kab. Sukabumi Iming-imingi Bisa Loloskan CPNS/CASN

Oknum pejabat di Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Bapemdes) Kab. Sukabumi berinisial NK/Nina Kurniasih, S.H., M.Si., diduga mengiming-imingi bisa meloloskan salah seorang warga dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN) tahun 2010 lalu dengan meminta uang sogokan Rp 60 juta. Namun dikarenakan gagal, sehingga NK dituntut mengembalikan sebagian uang sogokan yang sudah disetor sebesar Rp 18,5 juta.

“Dari uang sogokan Rp 60 juta yang diminta NK, kita sudah menyetorkan uang sebesar Rp 18,5 juta. Selain itu, saya juga sudah menyimpan uang di rekening saya sendiri Rp 34 juta, sebagai uang jaminan bahwa saya memiliki uang tunai dibank. Jaminan uang itu seperti yang diminta oleh NK sebelumnya,” kata Abdul (33) warga Kp. Gang Lumbung RT 01/RW 14, Kel/Kec. Palabuhanratu ketika ditemui di rumahnya, Jumat (22/7).

Menurut dia, sebelumnya NK mengiming-imingi bisa meloloskan adiknya, Budi Ginanjar dalam penerimaan CPNS/CASN Pemkab Sukabumi tahun 2010 untuk lowongan pegawai administrasi negara. Untuk meloloskan Budi menjadi PNS/ASN, sebelumnya NK meminta uang sogokan Rp 60 juta. Namun uang sogokan tersebut tidak dibayarkan sekaligus, melainkan dicicil. ”Dari permintaan uang Rp 60 juta itu, yang sudah disetorkan kepada NK Rp 18,5 juta,” ujar Abdul.

Setelah uang Rp 18,5 juta disetorkan kepada NK, lanjut dia, ternyata Budi gagal masuk CPNS/CASN. Dikarenakan gagal, ia meminta pertanggungjawaban dari NK untuk mengembalikan uang tersebut. Dari uang yang disetor Rp 18,5 juta itu, NK sudah mengembalikan Rp 10 juta. “Tinggal sisanya, Rp 8 juta lagi sampai sekarang belum dibayar. Terus terang, saya kecewa terhadap NK yang selalu ingkar janji dalam pengembalian uangnya. Padahal, saya juga punya uang sebesar itu hasil meminjam dari orang lain,” ujar Abdul.

Ketika dikonfirmasi di kantornya, NK yang menjabat sebagai Kasubid Bina Pemberdayaan Ekonomi Desa, Bapemdes Kab. Sukabumi, membenarkan hal itu. Akan tetapi, ia mengaku tidak menjanjikan atau mengiming-imingi bisa meloloskan Budi masuk CPNS/CASN, melainkan sebatas membantu saja.

Meski demikian, ia mengaku untuk meloloskan Budi jadi PNS/ASN, sempat meminta uang sogokan Rp 60 juta. Uang sogokan tersebut untuk dibagikan lagi kepada “tim” dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kab. Sukabumi dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Memang uang yang diminta sebelumnya Rp 60 juta, tapi kan yang saya terima Rp 18,5 juta. Akan tetapi, ketika Budi gagal masuk CPNS/CASN, saya bertanggungjawab dan beritikad baik sudah mengembalikan sebagian uangnya. Dari uang Rp 18,5 juta yang saya terima, tinggal Rp 8 juta lagi yang belum dibayar. Mudah-mudahan, tanggal 8 Agustus nanti saya lunasi semuanya,” ujarnya.

NK mengaku sama sekali tidak “memakan” seperser pun uang Rp 18,5 juta tersebut. Uang tersebut semuanya sudah habis dibagi-bagikan kepada “tim” di BKD dan BKN. Walaupun tidak ikut memakai uang tersebut, namun ia rela mengembalikannya dari saku sendiri. “Saya sama sekali tidak memakai uang tersebut. Semuanya sudah dibagi-bagikan kepada tim di BKD dan BKN. Tapi nggak apa-apa, biar saya yang bertanggungjawab sepenuhnya. Saya ngomong apa adanya, tapi saya nggak mau menyebutkan siapa tim tersebut,” katanya

Saat dikonfirmasi melalui telepon mengenai dugaan “tim” dari BKD, Kepala BKD Kab. Sukabumi, Drs. H. Adjo Sardjono, M.M., membantah tuduhan NK tersebut. Seandainya ada oknum pegawai BKD yang terlibat, NK harus berani menunjukan orangnya berikut barang buktinya. “Tidak benar itu. Seandainya ada oknum di BKD, coba tunjukan orangnya. Tuduhan NK itu bohong dan hanya akal-akalan saja. Justru sebaliknya, yang kami tahu, dia itu (NK) banyak utangnya. Dia sering pinjam uang kemana-mana,” katanya.

Ia mengatakan, tindakan NK sebagai PNS/ASN yang mengiming-imingi warga bisa meloloskan CPNS/CASN bahkan meminta uang sogokan, dinilai melanggar aturan kedisiplinan pegawai. “Namun untuk sanksinya, harus diperiksa dulu dan harus ada kesaksian untuk pembuktiannya,” ujar Adjo. (A-67/das)***

Download Soal-Soal CPNS/CASN Indonesia



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.