Home » Uncategorized » Pakai Ijazah Palsu namun Lulus Ujian CPNS/CASN

Salah satu ijazah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN) Pemerintah Kota Makassar ditemukan palsu. Ijazah itu atas nama Jusniar, jurusan PGSD Universitas Negeri Makassar (UNM) dengan tahun kelulusan 2009. Temuan ini diketahui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Makassar setelah menerima surat konfirmasi dari pihak Universitas Negeri Makassar. Sebelumnya, pihak BKD Makassar mengonfrontir 210 CPNS/CASN yang dinyatakan lulus pada penerimaan CPNS/CASN tahun 2010 lalu.

Konfrontir dilakukan melalui surat yang ditujukan kepada seluruh universitas asal para CPNS/CASN yang dinyatakan lulus oleh BKD Makassar.
Diantara 210 orang itu, terdapat satu yang diduga memiliki ijazah palsu. "Memang prosedur yang kami lakukan terhadap para CPNS/CASN yang dinyatakan lulus beda dengan yang lainnya. Yakni, setiap ada CPNS/CASN yang lulus tes, kami menyurat ke sekolah ataupun perguruan tinggi asal mereka. Jika ada surat balasan tentang keabsahan ijazah, barulah mereka kami proses lanjut sebagai PNS/ASN," ungkap Kepala BKD Makassar Sittiara, di ruang kerjanya, Selasa (12/4).
Dari hasil surat balasan itu, diketahui bahwa CPNS/CASN atas nama Jusniar tidak terdaftar sebagai alumni 2009 di jurusan PGSD UNM.
Dijelaskan Sittiara, Jusniar lulus sebagai CPNS/CASN Pemkot pada jurusan Guru Sekolah Dasar (SD). "Setelah adanya indikasi ijazah yang dimiliki palsu, kami kemudian memanggil yang bersangkutan untuk diklarifikasi. Namun hingga kini, dia tidak pernah muncul," tandasnya.
Untuk itu, sambung Sittiara, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian Nasional (BKN) untuk tidak memproses berkas Jusniar menjadi PNS/ASN. Soalnya, kata Sittiara, dia dinyatakan gugur karena memiliki ijazah yang tidak sesuai.
Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan BKD Kota Makassar Basri, mengatakan, ijazah tersebut dinyatakan palsu oleh pihak UNM setelah adanya tanda tangan rektor yang berbeda dengan aslinya. Sementara untuk stempel dan lainnya sangat mirip dengan yang asli.
"Hanya tanda tangan rektor saja yang tidak sesuai. Sehingga setelah diperhatikan dan ditelaah ternyata palsu," ungkap dia.
Pembantu Rektor 1 UNM Sofian Salam, mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait hal tersebut. Ia belum mempelajari temuan tim itu.
Saat dihubungi malam tadi, Sofian mengaku masih dalam perjalanan kembali dari luar kota. Kata dia stetmen resmi bisa disampaikan jika ia telah memegang data.
"Besok baru saya kasih statmen resmi karena datanya ada di kantor," kata dia.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.