Home » Uncategorized » Pegawai Negeri Sipil (PNS) Menumpuk di Ibu Kota dan Propinsi

Memang kebanyakan PNS/ASN melihat ibu kota provinsi maupun kota menjadi primadona dibandingkan di kabupaten, apalagi di kecamatan.Ini membuat penumpukan PNS/ASN terjadi di ibu kota daerah, sedangkan kabupaten tetangganya malah kekurangan tenaga PNS/ASN. tegas Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi di Jakarta kemarin.

Menurut dia, banyak kejadian yang ditemukan bahwa PNS/ASN yang ditempatkan di kabupaten maupun kecamatan meminta pindah ke ibu kota.Permintaan pindah tersebut, jelasnya,dilakukan dengan berbagai alasan yang biasanya tidak substansial dan tidak penting. Jika kondisi ini terus dibiarkan,Mendagri khawatir, efektivitas pelayanan publiktidakberjalanmaksimaldan tidak merata.

Karena itu, kita sedang merumuskan pengaturan PNS/ASN ini secara cermat dan tepat. Sebab,jumlah PNS/ASN sebenarnya sudah cukup ideal, tetapi masalahnya tidak tersebar secara merata dan sesuai dengan kebutuhan,? tandasnya. Mantan Gubernur Sumatera Barat itu juga mengingatkan bahwa belanja pegawai saat ini masih menjadi penyedot anggaran APBN terbesar di mayoritas daerah.

Hal ini membuat alokasi APBN untuk belanja publik menjadi sedikit karena rasio PNS/ASN-nya telah melebihi kuota ideal. Sekretariat Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Seknas Fitra) Yuna Farhan menilai, demokrasi yang melahirkan otonomi daerah berjalan mundur karena anggaran APBN lebih banyak disedot untuk belanja pegawai.

Yang lebih aneh,di era otonomi daerah ini adalah besarnya belanja PNS/ASN membuat belanja publik menurun drastis. Istilahnya belanja tukang besar, tetapi belanja untuk pekerjaannya menurun. Ini sangat tidak ideal bagi kemakmuran rakyat,

Download Soal Ujian CPNS/CASN Indonesia



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.