Home » Uncategorized » Pemda Terus Angkat Tenaga Honorer, BKN Jadi Jengkel

Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) dan pejabat lain di lingkungan instansi pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer atau sejenisnya. Peringatan ini kembali disampaikan lantaran masih adanya laporan bahwa di daerah masih ada pejabat yang mengangkat tenaga honorer.
Pelarangan ini, sebelumnya sudah pernah diungkapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) EE Mangindaan, namun ternyata tidak diindahkan pemda.
Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat mengungkapkan, cara pengangkatan tenaga honorer di daerah bermacam cara. Ada yang menyebut pegawai kontrak dan ada yang terang-terangan menyebut honorer. Yang jadi masalah, ketika para honorer ini kemudian ikut-ikutan minta diangkat CPNS/CASN.
"Kan aneh kalau pemda masih mengangkat tenaga honorer di atas 2006. Karena pengangkatan honorer sudah dilarang sejak 2005. Sementara pengangkatan honorer ditetapkan dengan peraturan pemerintah," tutur Tumpak, Kamis (14/4).
Pelarangan pengangkatan honorer ini, menurut dia, agar pemerintah daerah lebih fokus pada pembangunan daerah.
Pemda harus mampu menyeimbangkan penggunaan dana APBD, antara belanja rutin pegawai dengan belanja publik untuk pembangunan daerah. "Jangan sampai belanja rutin pegawai lebih besar daripada pembangunan yang akhirnya pembangunan daerah tidak diperhatikan," ujarnya.
Untuk mengisi kekosongan tenaga kerja di daerah, pemda disarankan merekrut outsourcing atau memaksimalkan pegawai yang sudah ada dengan berbagai pelatihan. Namun pemerintah daerah juga harus memperhatikan beban kerja di daerah.
Untuk diketahui, berdasarkan PP No 48 Tahun 2005 jo PP No 43 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Tenaga Honorer menjadi CPNS/CASN, semua pejabat pembina kepegawaian dan pejabat lain di lingkungan instansi pemerintah dilarang mengangkat tenaga honorer atau sejenisnya



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Are 9 Responses So Far. »

  1. memang benar.pengankatan tenaga honorer masih saja terjadi,ironisnya bukan karena kemampuan yg mereka miliki namun lebih karena mereka anak dari pegawai negeri juga.biasanya juga di tempat tugas yg sama.bahkan seringkali tenaga honorer-KKN ini memalsukan data dan menyuap,supaya diakui dan diangkat sebagai pns.
    sebaiknya hal ini segera ditindaklanjuti atau bahkan ditindaktegasi,karena mengganggu kinerja pegawai non-KKN yang ingin mewujudkan pemerintahan yang bersih dan memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.
    Karena dari awalnya sudah tidak bersih,maka sulit sekali untuk diajak meleksanakan pekerjaan dengan bersih pula. alasan utamanya tentu harus “balik modal”.
    Hal ini saya alami sendiri.

  2. MENANGGAPI COMMENT.17APRIL2011.TIDAK SEMUA HONORER KKN.SEBAGIAN DI ADAKAN, TETAP PENGANGKATAN HONORER DIKARENAKAN PEGAWAI NEGRI YANG ADA SEKARANG INI TIDAK MAMPU BEKERJA SECARA PROFESIONAL.BANYAK YANG TUA DAN TIDAK MELEK TEKNOLOGI.SEBAIKNYA KITA LOMBAKAN ANTARA PEGAWAI NEGRI KHUSUNYA GURU DENGAN TENAGA SUKARELA MEMBUAT KARYA TULIS ATAU ILMIAH SAPA YANG LEBIH HEBAT DARI GOLONGAN TERSEBUT..DAN MELIHAT PEREKRUTAN CPNS JUSTRU BANYAK KKNYA.DAN TIDAK SEMUA SEKOLAH DIADAKAN FORMASINYA.

  3. HONORER BANYAK KERJANYA YANG LEBIH PROFESIONAL DAN BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PEKERJAANNYA DIBANDINGKAN DENGAN PNS, TERUS TERANG SAJA PNS KADANG SUKA MENYEPELEKAN PEKERJAAN,DAN KALAU MAU JUJUR PEREKRUTAN CPNS LEBIH BANYAK KKN NYA,SEMUA ORANG TAU DAN AKIBATNYA SUDAH PASTI DIRASAKAN, KINERJA BURUK, MUTU JELEK, MOTIVASINYA JUGA KE ARAH KORUPSI KARENA MENTALNYA DARI AWAL SUDAH DIBENTUK DEMIKIAN, TAPI KALAU MAU SOMBONG HONORER SUDAH DI UJI COBA KINERJANYA SAMPAI PULUHAN TAHUN,PRIBADINYA DAN KARAKTERNYA MUDAH UNTUK DINILAI.

  4. COBA TANYAKAN PADA DIRI SENDIRI DAN RASAKAN APA YANG TELAH DIUNGKAPKAN ADA BENARNYA DAN SUDAH PASTI BENAR,MUNGKIN INILAH YANG MENJADI FENOMENA YANG TERJADI DISEMUA INSTANSI PEMERINTAHAN NEGERI.

  5. BEGOOOOOOO GAK SEMUA TENAGA HONOR ITU KKN CEK DONG KELAPANGAN MAS BROOOOO GAK BENER TUH ORANG YG CPNS YANG BIASANYA BANYAK UNSUR KKNNYA ..!!! CONTOH KASUS GURU YANG SUDAH PNS MALAH KALAH KINERJANYA SAMA YANG MASIH HONOR GURU // TIDAK TETAP …!!! MASA GAK DI PERHATIKAN NASIB MEREKA …??? MAKANYA ENTE PARA PEJABAT TEAM PENERIMAAN CPNS SERING – SERING DEH KELILING TURUN KELAPANGAN … CEK ABSEN TERUS CEK KINERJANYA …!!! BETAPA SEDIH KALO GURU HONOR TIDAK DI PRIORITASKAN MENJADI PNS … UDAH GAJIHNYA CUMA DIBAYAR KECIL HARGA SATU MINGGU UNTUK GAJI SATU BULAN … MIRIS GWE MAH COY …

  6. BAPAK PEJABAT WAKIL RATYAT YANG YTERHORMAT. LIAT DIDAERAH DAERAH PLOSOK PEDESAAN YANG MINIM AKAN PENDIDIKAN, YANG PNS BUTA AKAN TEKNOLOGI SEMUANYA PEKERJAAN YANG MENYANGKUT IT DI BEBANKAN KEPADA GURU WIYATA BHAKTI YANG SATU BULAN DI GAJI 100,000. PADAHAL LULUSAN S1 KERJA DI INSTANSI PEMERINTAH. KALAH SAMA LULUSAN SMP YANG KERJA DI PABRIK. APA IJAZAH S1 SUDAK TIDAK ADA HARGANYA APA SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI KO BLUM ADA YANG MEMIKIRKAN MEREKA YYYYYYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAAAAA………………????????????????
    KESEJAH TERAAN RAKYAT DI TANGGUNG NEGARA, APA BETUL.

  7. pemerintah pusat mau menag sendiri,Efeknya tenaga honorer tidak ada ya sekolah ambruk,bocor,kotor padahal tenaga pendidik terbatas, masak guru suruh ngosek wc,nyapu,ngepel,benerin genteng bocor ogahlah,biarin saja apa adanya.Besok kalo roboh juga pemerintah yang membagun

  8. mari berbenah diri bersama-sama.demi anak cucu kita,,buat indonesia ini makmur tanpa kkn.karena warisan paling berharga adalah ilmu.jangan wariskan uang dan jabatan pada anak cucu kita.tidak selamanya kita dapat menjaga anak cucu kita.terlebih jika anak cucu kita tidak amanah karena jabatan yang ia dapatkan tanpa jerih payahnya sendiri.muliakanlah guru.tanpa guru,kita tidak dapat mendidik anak cucu kita sendirian.tapi jangan titipkan anak cucu kita pada guru yang kkn.karena sudah pasti mereka akan menjadi orang yang tidak bijak,tidak peduli pada sekitar apalagi pada diri kita saat tua renta nanti.ilmu tidak dapat disetarakan dengan harta sebanyak apapun.

  9. ah pada curang, lulusan S1-PGSD msh banyak yg nganggur, karena sudah di isi dengan S1 dr jurusan yg lain. tolong lah pak, di buat peraturan, bahwa yg honor di SD itu harus S1-PGSD bukan dr jurusan lain,
    contoh sarjana ekonomi bisa menjadi guru kelas, sedangkan yg S1-PGSD hanya mengajar mulok,

    tolong juga di tindak tegas buat kepala sekolah SD khususnya yg menerima uang sogokan untuk guru honor di SD terima ksh