Home » Uncategorized » Pensiun Dini PNS Bukan Paksaan

Struktur kepegawaian di Indonesia yang didominasi lulusan SMA, akan digeser perlahan-lahan ke formasi diploma maupun sarjana. Ini terkait dengan program reformasi birokrasi di bidang SDM kepegawaian.

Cara yang diambil pemerintah untuk mengurangi porsi SMA ini, menurut Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB)  EE Mangindaan, dengan menghilangkan formasi lulusan menengah atas dalam penerimaan CPNS/CASN.

Pemerintah pun kini makin gencar memberikan tawaran pensiun dini bagi PNS/ASN yang berlatarpendikan SMA.

“Pensiun dini ini bukan paksaan, tapi sifatnya sukarela. Kita hanya mengimbau saja agar PNS/ASN yang lulusan SMA mau ikut program pensiun dini,” ujar Mangindaan, usai raker dengan Komisi II DPR RI di Senayan, Rabu (12/10).

Dalam program pensiun dini, PNS/ASN akan mendapatkan berbagai kompensasi, salah satunya nilai pensiun yang lebih tinggi dibanding pensiun biasa. “PNS/ASN yang pensiun dini secara sukarela akan mendapatkan berbagai kompensasi. Ini supaya PNS/ASN-nya tidak merasa dirugikan,” katanya.

Pensiun dini tak hanya ditawarkan pada lulusan SMA, yang diploma dan sarjana pun bisa. Apalagi bagi PNS/ASN yang kondisi fisiknya tidak memungkinkan lagi untuk bekerja.

“Daripada tidak bekerja, kan baiknya pensiun dini saja. Lain masalahnya kalau PNS/ASN bersangkutan sangat dibutuhkan tenaganya. Tapi sekali lagi pemerintah tidak memaksa. Itu sifatnya sukarela kok,” ujarnya.

Untuk diketahui, profil kepegawaian di Indonesia didominasi lulusan SMA. Dari 4,7 juta PNS/ASN, 1,59 juta pegawai berpendidikan SMA. Disusul strata satu 1,51 juta.

Untuk pegawai lulusan diploma satu sampai tiga sebanyak 1,24 juta. PNS/ASN berpendidikan S2 hingga S3 sebanya 113.919 orang. Sedangkan lulusan SD sebanyak 96.877 orang dan SLTP 137.058.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.