Home » Uncategorized » PNS Diminta Jangan Takut Menjadi PPK | Suara Pembaruan

Semua Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) diharapkan siap mengemban tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) atau panitia pengadaan. Sebab, tugas tersebut tidak membahayakan jika panitia bekerja berdasarkan teori dan praktik yang tidak menyimpang dari garis peraturan serta diikuti dengan kejujuran, adil dan ikhlas.
“Sekarang ini banyak takut mengemban tugas itu. Nah, ini kan bahaya,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) Reyna Usman, kepada SP, Kamis (31/3) pagi.
Pasalnya, saat ini banyak orang PNS/ASN yang telah lulus dan memiliki sertifikasi keahlian pengadaan barang dan jasa, namun masih enggan mengemban tugas sebagai PPK atau panitia pengadaan. “Mereka takut ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK),” kata Reyna.
Menurut Reyna, tidak perlu takut menghadap aparat hukum. Sebab tugas itu sangat mulia dan menambah pengalaman. Sekarang ini, kata dia, ada kelompok masyarakat yang ikut mengawasi kinerja pemerintah, tidak lain karena mereka ikut terpanggil. “Partisipasi  mereka mengawasi pemerintah merupakan cerminan kecintaannya kepada negeri ini,” ujarnya.
Dengan adanya kontrol masyarakat maka akan menambahkan semangat pemerintah melaksanakan tugas secara efektif, efisiensi, transparan serta akuntabel. “Dan hal-hal seperti ini memang merupakan cari utama menjadi PPK. Cara seperti itu diyakini mampu menghilangkan dan memberantas korupsi, lolusi dan nepotisme (KKN),” kata dia.
Dasar pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tercantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) 54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Dalam perkembangannya, banyak kelompok masyarakat terlibat dalam pengawasan pelaksanaan Perpres tersebut karena dikaitkan dengan uang yang banyak dan pemborosan.  “Kesan itu menimbulkan image negatif dan berakibat terhadap keengganan PNS/ASN menjadi PPK atau panitia pengadaan, meski para PNS/ASN itu telah lulus sertifikat pengadaan,” ujarnya.
Oleh karena itu, proses pengadaan barang jasa yang dianggap negatif itu harus dirubah karena hal itu tidak benar. Tugas PPK itu merupakan kategori yang mulia. Sebab selain berjasa menyelenggarakan pembangunan, tugas PPK juga menambah banyak pengalaman, terutama jika pekerjaan itu berhasil dan selesai tepat waktu. “Kita akan merasa lega jika pekerjaan berat itu selesai dengan baik,” katanya



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.