Home » Uncategorized » Pusat Tolak Bayar Gaji Honorer Baru

Pelaksanaan moratorium CPNS/CASN dipastikan akan mendorong daerah merekrut tenaga honorer baru. Alasannya adalah daerah kekurangan aparatur. Seperti pada penghentian pengadaan CPNS/CASN pernah dilakukan sebelumnya. Namun, daerah malah mengangkat tenaga honorer yang berimbas pada meledaknya honorer yang kemudian menuntut diangkat CPNS/CASN oleh pemerintah seperti sekarang ini.

“Keluarnya PP 43 Tahun 2005 jo PP 48 Tahun 2007 untuk menghentikan kebijakan Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) mengangkat honorer lagi. Karena hanya dua tahun penerimaan ditutup, jumlah honorer sudah jutaan,” kata Kabag Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tumpak Hutabarat, Kamis (28/10).

Kondisi serupa lanjutnya, kemungkinan besar terulang dalam masa moratorium. Untuk mengantisipasi ini, pemerintah pusat telah mengambil tindakan tegas. Tidak akan pernah mengangkat honorer menjadi CPNS/CASN.

“Pengangkatan honorer cuma sampai 2005. Di atas tahun itu tidak ada lagi. Kalau PPK masih nekat mengangkat honorer itu tanggung jawabnya sendiri,” tegasnya.

Senada itu Kasubag Humas BKN Petrus Sujendro mengungkapkan, pusat tidak akan melarang PPK merekrut tenaga honorer lagi. Dengan catatan, gajinya menjadi urusan daerah.

“Kalau daerah mau rekrut tenaga honorer sebanyak-banyaknya silakan saja. Resikonya ya kolaps. Kalau mau kolaps ya silakan saja, kas daerah digunakan semuanya hanya untuk bayar gaji PNS/ASN dan honorer. Sebab pusat tidak akan menanggung beban gaji mereka,” tandasnya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.