Home » Uncategorized » Sistem Penerimaan CPNS/CASN Indonesia 2008,Bagaimana Selayaknya?! [Sebuah Catatan Hasil Polling Pengunjung Blog “My Name is Faisal Saleh”

Hadirnya era baru dalam dunia teknologi informasi juga ikut memberi warna bagi perkembangan sistem penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) yang lebih terbuka. Sistem konvensional yang bertahun-tahun hadir, kini mulai ditinggal oleh beberapa instansi dengan sistem penerimaan yang lebih terbuka dan dapat dipertanggung jawabkan kepada publik. Sistem penerimaan berbasiskan web online adalah sebuah terobosan unggul di era digitalisasi seperti saat ini. Namun, semangat itu masih belumlah benar-benar mengakomodir kepentingan publik untuk mendapatkan informasi yang benar-benar akurat, karena seperti diketahui sejak dua tahun belakangan banyak sekali instansi yang membuka lowongan CPNS/CASN. Mulai dari BPPT, Depdagri, Deplu, BASARNAS, Depnakertrans, BPOM, Kejaksaan, PU (Kimpraswil), Dephut, Deptan, Dephub, BATAN, Dephan, LIPI, Depsos. Sayangnya informasi yang terdapat di web masing-masing instansi tersebut hanyalah informasi statis yang sifatnya hanya pengumuman saja sementara hasil-hasil tes tidak terungkap dengan jelas.

Setiap tahun dapat kita pastikan, puluhan ribu orang bahkan jutaan dari seluruh penjuru negeri di Indonesia Raya ini, selalu mengalami suatu problem dan permasalahan utama yaitu menginginkan pekerjaan yang layak bagi penghidupan di masa depan. Ternyata Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) pun menjadi pekerjaan yang tetap diminati (walaupun dengan standar gaji yang sederhana).? Bahkan tidak dapat dipungkiri, masih banyak orangtua yang? ingin anaknya bekerja sebagai pegawai negeri. Lantaran itu juga tak jarang orangtua rela mengorbankan sebagian hartanya untuk menjadi jaminan agar anaknya dapat diterima menjadi pegawai negeri. Kesempatan inilah yang terkadang digunakan atau dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk mencari kesempatan dengan menjanjikan dapat meluluskan dengan jalan membayar sejumlah uang sebagai jaminan.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Univ. Indonesia, seperti dikatakan Madeline Kusharwanti (2008). Proses penerimaan dan seleksi Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) di Indonesia dinilai masih sangat buruk dan menimbulkan kerawanan terjadinya Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Proses pendaftaran yang rumit ditambah seleksi yang konvensional menunjukkan sejak dini Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN) telah dikondisikan dalam sebuah situasi kerja yang sangat birokratis, “superficial“, serta tidak berbasis pada keahlian atau kompetensi secara menyeluruh.

Belum lagi permasalahan seperti pengumuman yang diperuntukan hanya untuk kalangan tertentu saja, atau seperti yang dijelaskan oleh LT Handoko (2008) tentang dua jenis kesalahan yang sering terjadi selama proses penerimaan CPNS/CASN, pertama adalah kesalahan administratif yang tidak disengaja – lebih diakibatkan oleh buruknya sistem dan rendahnya kualitas panitia. Kesalahan kedua adalah manipulasi yang memang dengan sengaja dilakukan oleh oknum-oknum internal di instansi-instansi pemerintah.

Hampir setiap tahun terjadi indikasi penyimpangan pada rekruitmen CPNS/CASN yang melibatkan oknum pejabat Menpan, mafia, perantara, oknum bupati/walikota hingga oknum panitia seleksi. Pada 2004 saja untuk sektor pendidikan dan kesehatan terdapat 205.584 CPNS/CASN yang diterima menjadi PNS/ASN dan diduga 60% yang lulus membayar rata-rata Rp50 juta,” tegas Sekjen Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI), Arief Sugiarto, kepada wartawan Media Indonesia di Jakarta. Menurutnya, total uang sogok atau pelicin yang masuk ke oknum pejabat mencapai Rp6 triliun. Kalau mereka masuk PNS/ASN dengan menyogok, maka berpotensi melakukan korupsi. Artinya benih koruptor baru ditebarkan setiap penerimaan PNS/ASN.

Blog My Name is Faisal Saleh Saleh telah melakukan polling bagi para pengunjung dengan mengajukan tiga pertanyaan:

1. Apakah Anda setuju, sistem rekruitmen/penyaringan seleksi CPNS/CASN 2008 di Indonesia benar benar sudah berjalan efektif dan efisien?

Hasilnya: Tidak Setuju 27% (55 votes dari 202)

2. Apakah dalam seleksi CPNS/CASN 2008 masih terdapat oknum yang melakukan KKN?

Hasilnya: Iya 76% (136 votes dari 179)

3. Apa yang menjadi kendala utama Anda dalam mengikuti seleksi CPNS/CASN 2008?

hasilnya: Sistem rekruitmen masih kacau 35% (81 votes dari 233)

Waw….

Memang suatu sistem yang baik memerlukan suatu tahapan dan proses? tapi mungkinkah..Negara yang sudah Merdeka lebih dari 50 tahun masih dalam proses untuk sebuah sistem penerimaan CPNS/CASN? Dan, apakah dinamakan suatu proses tahapan jika setiap tahun sistem selalu berubah total? bukanya perbaikan dari sistem sebelumnya, kadang begini dan tahun depan lain lagi…tidak ada perbaikan sistem tahun sebelumnya, yang ada hanya istilah trial and error tiap tahun…dan kanyaknya errorrrrrrrrrr mulu…

Lalu, Apa Penilaian Anda sebagai pelamar CPNS/CASN (Calon Pegawai Negeri Sipil) Tahun 2008 ini?? Dan, bagaimana selayaknya dengan kondisi masyarakat Indonesia skrg?



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



There Are 5 Responses So Far. »

  1. PERLU PENINAJAUAN KEMBALI, BILA PERLU REKRUTMEN BELUM DILAKSANAKAN KALAU BELUM TERSEDIANYA SISTEM SECARA NASIONAL. OK !

  2. Saya adalah salahsatu peserta tes cpns kabupaten bogor 7 des yang lalu. Kami sangat kecewa dengan kesiapan panitia, karena soal ujian terlambat hingga 1 jam, dan yang parah lagi, soal ujian jurusan kami, yaitu kesehatan masyarakat, ternyata tidak ada! Padahal menurut pengakuan tim pembuat soal, soal kami sudah dikirim. Alhasil, seharusnya kami sudah selesai pukul 12 siang, maka kami baru selesai sore hari, karena harus menunggu soal ujian yang difotokopi dari masternya!

    Kami menghimbau, semoga peristiwa ini tidak terjadi lagi di masa mendatang. Mudah

    Sementara itu, ada peserta tes yang melahirkan dan ditolong oleh seorang bidan yang sedang mengikuti tes juga. Semoga keberkahan dikaruniai bagi keduanya.

  3. untuk pengumuman hasil tes CPNS di lingkungan pemerintah daerah kabupaten bogor, tepatnya kapan? soalnya, mulai hari ini untuk wilayah indramayu, subang dan purwakarta juga bandung, udah ada hasilnya. tapi kok di bogor belum ada???akses ke mana-mana juga nggak nemu……………… bagi yang mau nambah silaturahim, silahkan kirim pesan via e-mail [email protected]

  4. sistem seleksi cpns di kita masih sangat buruk,
    JANGAN BICARA PROFESIONAL, MAAF !!! … JAAAAAAAUUUUH SKALI …

    ( BAGi sebagian instansi, khususnya para oknum yang ikut langsung dalam proses sistem seleksinya, hampir selalu menggunakan prinsip atau paradigma ” KUANPUSAKUM ” (KELUARGA GW DULU LAH ! )

    SALAH SATU TITIK KETIDAK PROFESIONAL, DIANTARANYA :
    SAAT SETELAH PESERTA SELESAI MENGIKUTI TES TULIS.
    DISITU KITA IBARAT KAMBING YANG BERADA DALAM KANDANG, SAMPAI MENUNGGU TERBITNYA PENGUMUMAN. SISTEM TRANSFARANSI MACAM APA YANG BISA DITAWARKAN NEGERI INI. HINGGA MEMBUAT PARA PESERTA CPNS NYAMAN (TIDAK SHU’UZHON) SAMPAI DITERBITKANNYA PENGUMUMAN.?

    APAKAH ADA JAMINAN PURE 100 % KALAUPUN MEREKA BEKERJASAMA DENGAN PIHAK AKADEMISI / LSM ??? ITU HANYA TEORI SAJA. ….. KARENA HASIL AKAN DIKEMBALIKAN KE MEREKA (PANITIA)

    BISA SAJA HASILNYA BUKAN LAGI MATEMATIS… TAPI BERSIFAT ” SINERGIS NEGATIF ” ( 2 + 2 = 17 )

    MUDAH2AN … INI HANYA APPRIORY BELAKA SAYA SAJA

    DAN SAYA MENARUH HARAPAN BESAR … BAHWA SISTEM KITA LAMBAT LAUN AKAN LEBIH PROFESIONAL

    MARI KITA AWALI DENGAN KHUSNUZON / BERPRASANGKA BAIK.

  5. Tahun ini saya mengikuti ujian CPNS di kab. Madiun. Ijazah saya adalah S1. Pend. Teknik Mesin (Produksi, krn di Um hanya ada 2, Prod. dan Oto) Univ. Neg. Malang. Tentu saja ketika melamar dengan percaya diri saya ambil formasi yang sesuai dng ijazah saya yaitu Guru Tek. Mes. Produksi. Tetapi alngkah terkejutnya saya karena surat balasan yang saya terima, ternyata saya dimasukkan ke formasi lain yaitu Tek. Mes. Mekanik Umum, yang sebenarnya sangat tidak sesuai sekali dengan kualifikasi saya. Kemudian saya konfirmasikan ke BKD, tentang formasi tersebut, dan memperoleh jawaban bahwa ijazah saya tidak sesuai dengan formasi yang di lamar dengan alasan bahwa di ijazah tidak ada kata-kata produksi. Saya rasa jawaban tsb sangat-sangat tidak ‘maton'(logis). Sebenarnya untuk apa syarat-syarat yang berlebihan sprt transkrip kalo tidak dipakai.