Home » Uncategorized » Sumatera Utara butuh Sekda definitif

Para pegawai negeri sipil atau PNS/ASN khususnya pejabat eselon pascamutasi 136 pejabat eselon III di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut), mendesak adanya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) definitif. Mutasi tersebut dinilai tidak mengindahkan Baperjakat yang diketuai Sekdaprov Sumut yang saat ini masih Plt (pelaksana tugas).

Sejumlah pejabat eselon III di lingkungan Pemprov Sumut menilai, mutasi justru hanya dilakukan Gatot tanpa melibatkan Baperjakat dan tak mengindahkan kepangkatan pejabat. Padahal, menurut sejumlah pejabat eselon III yang dimutasi, kepada Waspada Online, urusan mutasi sesuai dengan kepangkatan dan jabatan adalah otoritas Baperjakat yang diketuai oleh Sekdaprov Sumut secara ex officio.

Seorang eselon III di Dinas Pendidikan Sumut, Ilyas Sitorus, adalah salah satu eselon III yang dinonjobkan oleh Gatot. Padahal, dia baru satu bulan lebih duduk sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar. Sebelumnya, Ilyas adalah Kabid Pendidikan Menengah dan Tinggi (Dikmenti) Disdik Sumut.

Seorang eselon III di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) juga mengeluhkan pengangkatan pejabat yang tak sesuai. Dia yang sudah enam tahun menjabat, justru dilangkahi staf biasa. “Saya sudah enam tahun. Seharusnya saya naik jadi kabid (kepala bidang). Dan sudah direkomendasikan juga oleh kadis (kepala dinas). Tapi justru staf biasa yang naik,” ujar pria yang enggan disebutkan namanya itu.

Namun, dia tetap menerima keputusan tersebut sebagai bawahan. Dia berharap, Pemprov Sumut segera memiliki sekda definitif. “Supaya terjadi perbaikan di birokrasi, walaupun sedikit, tapi saya yakin akan berubah.” Dia juga tidak menyalahkan Gatot atas hal ini.

“Mungkin orang-orang disekitarnya, kita kan nggak tahu juga,” imbuhnya.

Anggota Komisi A DPRD Sumut, Hardi Mulyono, mengatakan, ini yang disebut the right man in the right place. Contohnya, penempatan pejabat yang tidak sesuai dengan tempatnya. Misalnya saja, dokter hewan yang dipindahkan ke perpustakaan daerah. Padahal, Sumut masih kekurangan dokter hewan.

Yang lebih aneh lagi, Gatot ‘mengimpor’ pegawai dari luar daerah yang dinilai Ketua Komisi A DPRD Sumut telah melecehkan birokrat Sumut.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.