Home » Uncategorized » Surat Kaleng Goyang Kementerian Komunikasi

Surat kaleng yang mengungkap dugaan korupsi dalam tender Nusantara Internet Exchange (NIX) 2011 di Kementerian Komunikasi dan Informatika beredar di dua situs jejaring sosial, Indowebster dan Kaskus, Sabtu 26 November 2011.

Melalui tulisan sepanjang 4,5 halaman kertas A4 itu, pengirim yang menyebut dirinya Komunitas Informatika Indonesia mengungkapkan adanya permainan pada penggunaan anggaran Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika.

Balai ini mempunyai hak mengelola penerimaan negara bukan pajak dari Universal Service Obligation (USO) dari para operator telekomunikasi. Dana itu digunakan untuk meningkatkan infrastruktur telekomunikasi.

Menurut surat itu, proyeknya bermacam-macam, seperti Internet dan telepon pedesaan serta NIX sebagai tempat terhubungnya berbagai perusahaan penyedia jasa Internet. Namun sejak 2011 pelaksanaan tender direcoki oleh oknum AS yang berasal dari sebuah partai politik.

Orang tersebut, ungkap Komunitas Informatika Indonesia, adalah salah seorang petinggi di Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia. Dia turut melakukan negosiasi dengan peserta yang akan dimenangkan. “Semua hal ini ditujukan demi penggalangan dana Pemilu 2014,” demikian si pengirim menuliskan.

Contoh yang jelas adalah tender NIX 2011. Di dalam dokumen tender terdapat banyak spesifikasi teknis yang mengarah ke satu vendor atau operator.

Seluruh pelaksanaan tender dikontrol penuh oleh AS dengan dibantu S dan TY, yang khusus menangani negosiasi komitmen.

Negosiasi dengan para peserta yang akan dimenangkan sudah berjalan 3-6 bulan sebelum tender. Biasanya negosiasi dilakukan di Cilandak Town Square, Arcadia Plaza Senayan, Kuningan Suit, Oakwood, atau Mega Kuningan.

Untuk menjaga agar calon pemenang tidak membanting harga, amplop harga yang tidak sesuai dengan kesepakatan ditukar dengan harga baru. “Seluruhnya sudah diatur rapi agar secara administrasi dan teknis.”

Kejanggalan lain, pemenang tender NIX diumumkan pada 21 November 2011. Namun peserta tender mendapat kabar lewat faksimile pada Sabtu, 19 November 2011. “Ini strategi panitia agar peserta yang kalah tidak marah,” penulis tersebut melanjutkan.

Pasalnya, peserta tender yang pernah menang dan bekerja benar, tapi sulit diajak bernegosiasi, seperti PT Telkom (Persero) Tbk atau PT Lintasarta, digugurkan dan diganti peserta yang dijagokan.

“Padahal tahun lalu, peserta yang dijagokan, proyeknya banyak yang terlambat atau macet.”

Surat itu menunjuk contoh PT S dalam proyek Pusat Layanan Internet Kecamatan di Jawa Barat, PT J di Jawa Tengah, dan PT SN untuk NIX I di Ternate dan Jayapura. “Hingga sekarang tidak jelas kapan proyek-proyek tersebut dapat diselesaikan dengan baik.”

Sumber Tempo menyebutkan pertama kali melihat surat kaleng pada 24 November 2011, pukul 18.30 WIB. Tapi pada pukul 22.30 WIB surat itu sudah hilang dari kedua situs tersebut. “Untungnya sempat saya salin,” kata pelaku bisnis teknologi informatika ini akhir pekan lalu.

Dia mengakui tidak terkejut oleh kehadiran surat kaleng tersebut. Sebab, desas-desus praktek curang tender USO telah lama terdengar.

Juru bicara Kementerian Komunikasi, Gatot S. Dewa Broto, ketika dimintai konfirmasi mengaku sudah mendengar adanya surat kaleng tersebut.

“Saya sudah dengar, tapi belum sempat melihat sendiri karena tugas di luar kota,” ucapnya. Kementerian, menurut dia, akan melakukan penyelidikan internal.

Dia menjamin tender USO telah sesuai dengan aturan. Meski begitu Kementerian tetap terbuka terhadap masukan dan informasi dari masyarakat. Ia juga membantah dugaan Kementerian melakukan intervensi agar surat tadi dihapus dari Indowebster atau Kaskus. “Sekarang sudah tidak lagi zamannya intervensi seperti itu,” ujar Gatot.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.