Home » Uncategorized » Tata Pegawai, Butuh 4.150 Analisis Jabatan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi membutuhkan 4.150 analis jabatan. Menyusul dengan adanya moratorium CPNS/CASN yang mengharuskan seluruh instansi pusat dan daerah melakukan penataan pegawai (analisis jabatan dan beban kerja).

“Kita butuh 4.150 tenaga analisis jabatan. Kebutuhan ini akan kita selesaikan hingga 2014,” kata Menpan&RB Azwar Abubakar di Jakarta, Kamis (17/11).

Saat ini, tenaga analisis jabatan yang dimiliki Kemenpan&RB dan sedang dilatih sebanyak 61 orang. Nantinya akan ditambah lagi dan dilatih mulai Februari mendatang.

“Kita harus memperbanyak tenaga analisis jabatan. Sekarang ini kita pakai tenaga yang ada dulu, untuk membantu daerah-daerah yang belum tahu bagaimana menyusun analisis jabatan dan beban kerja (anjab),” terangnya.

Meski kekurangan tenaga analisis jabatan, namun menurut menteri dari PAN ini, bukan berarti pemerintah akan menerima pegawai baru. Pemerintah akan menggunakan PNS/ASN yang ada untuk kemudian dilatih.

“Jadi mekanismenya, kita akan minta masing-masing instansi atau daerah mengirimkan beberapa pegawainya untuk kita latih sebagai analis. Nantinya mereka inilah yang akan bertanggung jawab dengan data kepegawaian,” ujarnya.

Azwar mewanti-wanti agar pejabat pembina kepegawaian (PPK) tidak sesuka hati memindahkan tenaga analis yang sudah dilatih tersebut. Sebab akan merugikan daerah bersangkutan juga.

“Tenaga analis yang sudah dilatih jangan dipindah-pindah lagi ke bidang baru. Mereka kerjanya sudah jelas sebagai analis,” tandasnya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.