Home » Uncategorized » Terdakwa Joki Ujian Tes CPNS/CASN Diancam Enam Tahun Penjara

Alief Wicaksono, mahasiswa Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, Surabaya yang menjadi terdakwa dalam kasus perjokian calon pegawai negeri sipil terancam hukuman pidana penjara selama enam tahun. Hal tersebut diungkapkan Andi Ilfiah, selaku jaksa penuntut umum yang menyidangkan terdakwa dalam sidang perdana yang digelar di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (18/4/2011) kemarin.

Ilfiah menilai dalam prose persidangan perdana, terdakwa diancam enam tahun penjara lantaran diduga terbukti secara sah melanggar undang-undang sesuai yang diatur dalam pasal 263 KUHP tentang pemalsuan surat dengan ancaman hukumannya enam tahun penjara.
"Pasal inilah yang menjerat terdakwa sesuai dengan perbuatannya," ujarnya kepada Tribun, kemarin.
Dalam prose persidangan tersebut teedakwa yang mengenakan kemeja putih terlihat tertunduk saat duduk di kursi perasakitan, bahkan dirinya tampak gugup memberikan keterangan di hadapan ketua majelis hakim Lambertus Limbong.
Menurut pengakuan terdakwa dihadapan majelis. Ia mengatakan dirinya disuruh rekannya di Makassar untuk menggantikan seseorang yang bernama Markies Lembang mengikuti proses seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS/CASN) 11 Desember 2010 lalu. Selain itu teradakwa juga mengaku perbuatan terswebut dilakukan lantaran membutuhkan uang.
"Saat itu saya ditelepon seorang teman di Makassar untuk mengikuti proses seleksi CPNS/CASN menggantikan Makies Lembang warga Kompleks BBD No. 50 Tello Baru Makassar," uajrnya dihadapan majelis dan jaksa penuntut umum.
Selain agenda pembacaan dakwaan terhdapa terhadakwa, jaska penuntut umum juga menghadirkan lima saksi dari pegawai negeri sipil salah satu diantaranya yaitu bernama Sirajuddin yang dalam kejadian tersebut bertindak selaku panitia ujian di SMA 14 Baji Minasa Makassar.
Usai mendengar dakwaan jaksa penuntut umum, ketua majelis hakim langsung menutup pesidangan untuk dilanjutkan pekan mendatang dengan agenda menghadirkan sejumlah saksi yang mengetahui kasus tersebut.
Diketahui kasus ini sebelumnya ditangani pihak Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar sebelum dilimpahkan ke Kejari Makassar dan dilanjutkan ke pengadilan.
Alief dijadikan sebagai tersangka lantaran tertangkap basah oleh pihak panitia ujian saat mengikutim proses seleksi CPNS/CASN.
Ia ditangkap lantaran terdakwa tidak mampu menunjukkan kelengkapan identitasnya saat menggantikan seseorang mengikuti ujian tersebut.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.