Home » Uncategorized » Terlibat Calo CPNS/CASN, Kompol RR Terancam Dipecat

Komisaris Polisi (Kompol) RR yang menjadi tersangka dalam kasus calo Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) di Kabupaten Bantaeng dipastikan bakal dijatuhi sanksi berat.

“Pasti yang bersangkutan akan dikenakan sanksi berat. Tapi kendalanya sekarang RR belum ditemukan,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulselbar, Kombes Pol Chevy Ahmad Sopari.

RR merupakan perwira golongan menengah yang sehari-hari bertugas di Pelayanan Masyarakat Polda Sulselbar. Atas kaburnya tersangka, pihak Polda Sulselbar menetapkan RR dalam deretan daftar pencarian orang alias DPO.

Chevy mengimbau agar RR segera menyerahkan diri untuk memperjelas duduk perkara yang melibatkan dirinya dalam kasus percaloan PNS/ASN beberapa tahun lalu yang berlangsung di kabupaten berjuluk Butta Toa tersebut.

“Kami minta agar RR segera menyerahkan diri untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatannya,”kata Chevy.

Mantan Wadir Lantas Polda Sulselbar ini menjelaskan, sejak RR dinyatakan ikut tersandung dalam masalah itu, yang bersangkutan tak pernah lagi menampakkan diri ataupun terlihat bekerja di Polda Sulselbar.

“Yang bersangkutan sudah tidak lagi berkantor sejak dirinya disebut-sebut sebagai calo PNS/ASN,” tegasnya.

Bahkan dugaan keterlibatannya sebagai calo PNS/ASN makin kuat manakala setiap hari apel dan upacara digelar di Polda, RR tak pernah hadir. Hingga kini pihak Polda Sulselbar sudah tidak mengetahui kepastian keberadaan perwira berpangkat satu melati itu.

“Apakah yang bersangkutan masih di Makassar atau di laur kota menyembunyikan diri, kita tak tahu,” terang mantan Kapolres Takalar ini.

Chevy berulang kali menegaskan, bahwa RR bakal dikenai sanksi berat kendati dirinya sudah memiliki itikad baik terhadap korban penipuan dengan cara mengembalikan uang jaminan agar oknum tersebut bisa menjadi PNS/ASN.

“Meski ada kata damai ataupun uang korban di kembalikan, proses hukum tetap berjalan. Dan yang terpenting RR bahkan diberikan sanksi berat baik dari internal Propam Polda Sulselbar maupun sanksi pidana lainnya,” tandasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil di himpun Tribun, perbuatan RR telah mencoreng muka institusi Polri yang notabenenya berkomitmen jujur, transparan dan humanis. Chevy menambahkan, RR dilaporakan sebanyak dua kali oleh warga Bantaeng yang merasa tertipu.

“RR meminta uang kepada warga yang ingin menjadi PNS/ASN dengan jumlah bervariatif mulai Rp 60 sampai 80 juta dengan perjanjian akan diluluskan sebagai calon pegawai negeri sipil,” kata mantan Kapolres Parepare ini.

Terpisah, Wakil Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar Zulkifli Hasanuddin menyatakan, tindakan yang dilakukan oknum polisi tersebut sudah mencemarkan nama baik Polri bahkan ini akan menjadi preseden buruk bagi penegak hukum di Sulsel, khususnya di Makassar.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.