Home » Uncategorized » Tiga Calo Jaringan Cikeas Nyerah

Tiga calo CPNS/CASN yang telah menipu ratusan korbannya, Rabu (1/2), tiba di Mapoldasu setelah dua hari sebelumnya, Senin (30/1), menyerahkan diri ke Mapolda Jabar. Tiga tersangka tersebut adalah PNS/ASN di Dinas Kesehatan Kota Medan, Damari Sianturi warga Jalan Bhakti Luhur Medan Helvetia. Kemudian, Rintar Sianturi warga Medan (alamat tak jelas, Red). Dan, Jhony Surbakti warga Kabanjahe. Ketiganya kemarin langsung diperiksa intensif oleh penyidik Poldasu.

Penyerahan diri tiga tersangka ini memudahkan Poldasu menuntaskan sindikat calo PNS/ASN yang sedikitnya telah menilep Rp60 miliar milik ratusan korbannya. Seorang rekan mereka, Delisa, yang telah ditangkap lebih dahulu, kini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Sindikat calo CPNS/CASN ini dalam setiap aksinya selalu mengaku dekat dengan Presiden SBY dan keluarga Cikeas. Ratusan korban yang terpedaya pun tak sungkan mengeluarkan uang Rp150 juta-Rp200 juta.

Seorang tersangka, Damari Sianturi, saat diwawancarai wartawan koran ini membantah jika mereka kabur ke Jakarta. Dia mengaku, kepergian mereka ke Jakarta untuk mencari seseorang bernama Plancius Panjaitan. Menurutnya, Plancius lah yang telah memperalat mereka untuk mencari orang yang berminat menjadi CPNS/CASN. Kepada Damari dan kawan-kawan, Plancius Panjaitan mengaku kenal baik dengan orang dekat SBY yang bernama Gimin. Damari sendiri mengenal Plancius karena sebelumnya Plancius pernah menjadi tetangganya di Jalan Bhakti Luhur.

Damari mengaku, jumlah peminat CPNS/CASN yang meminta ‘tolong’ kepadanya berjumlah 49 orang. dari jumlah korban tersebut, dia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp5,197 miliar. Sedangkan jumlah korban yang minta ‘tolong’ kepada rekannya yang lain, Damari mengaku tidak tahu. “Semua itu saya serahkan ke Plancius menggunakan kwitansi bermaterai. Saya menyerahkan di rumahnya langsung dan disaksikan isterinya. Kata Plancius, orang-orang ini akan dimasukkan menjadi CPNS/CASN di Pemprovsu, Pemko Medan, Pemko Binjai, sejumlah kementerian dan BPN, “ terang Damari. Tak semua korbannya tertipu, dari 49 orang yang ‘ditolongnya’, tiga diantaranya berhasil menjadi PNS/ASN di Pemko Medan dan Pemko Binjai.

Siapa sebenarnya Plancius Panjaitan? Damari mengatakan, Plancius adalah pengusaha ekspedisi. Kepergiannya dan dua orang rekannya ke Jakarta karena mendengar kabar kalau Plancius berada di kawasan Rawamangun. Lagi pula saat di Medan, mereka tak tahan dikejar-kejar terus oleh ratusan korban yang meminta uangnya dikembalikan.

Namun mencari keberadaan Plancius bukan perkara gampang. Mereka sempat berhasil mengontak Plancius lewat ponsel. Saat itu Plancius mengaku sedang berada di Bandung, Jabar. Namun kemudian nomor ponsel Plancius tak aktif lagi. Merekapun mengejar Plancius ke Bandung. Karena tak berhasil ketemu, dan tak ingin persoalannya makin rumit, mereka akhirnya menyerahkan diri ke Polda Jabar. “Kami  ini bukan ditangkap, kami nyerahkan diri.  saat ini saya melaporkan si Plansius,” katanya. Damari memprediksi, Plancius telah berhasil melarikan uang dari orang-orang yang diperalatnya hingga Rp60 miliar lebih. Sementara itu, Jhony Surbakti mengaku ia sebagai korban  dalam kasus ini. Hanya saja Jhony mengaku selama beraksi tak menyerahkan uangnya kepada Plancius langsung, tapi melalui Delisa.

Kanit Jahtanras Subdit III Reskrimum Poldasu, Kompol Murdani, kepada wartawan mengatakan, jaringan calo CPNS/CASN ini merupakan sindikat yang telah beroperasi sejak tahun 2009. Diperkirakan total korbanya mencapai 400 orang. “Sejauh ini yang telah menjalani persidangan adalah Suroso, Marisi Tambunan dan Delisa,” ujarnya. (mag-5)



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.