Home » Uncategorized » Tiga Pegawai KLH Yang Menjadi tersangka Belum Nonaktif

Tiga Pegawai KLH Yang Menjadi tersangka Belum Nonaktif . Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) belum menonaktifkan tiga pegawainya yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Ketiganya adalah bekas Kepala Bagian Keuangan Biro Umum, Amat Sukur; Kepala Subbagian Verifikasi Biro Umum, Sulaiman; dan mantan Asisten Kelembagaan Lingkungan Hidup, Puji Hastuti.

Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Hermien Roosita mengatakan ketiganya hingga kini masih aktif bekerja. “Iya, masih aktif,” katanya saat dihubungi Tempo, Sabtu, 22 Oktober 2011.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Agung. “Dugaan kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 4 miliar,” kata juru bicara Kejaksaan Agung, Noor Rachmad, di kantornya kemarin, Jumat, 21 Oktober 2011.

Noor menjelaskan, Amat Sukur dan Sulaiman ditetapkan sebagai tersangka pada 29 September lalu, sedangkan Puji Hastuti pada 5 Oktober 2011. Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, menurut Noor, ketiganya belum ditahan ataupun dicegah ke luar negeri. Noor juga belum bisa memastikan penahanan terhadap ketiganya. “Nanti kami akan lihat perkembangannya,” katanya.

Noor menuturkan bahwa ketiga pegawai itu diduga berperan mengetahui pengelolaan keuangan biaya perjalanan dinas. Dia pun memaparkan peran masing-masing. Amat Sukur, menurut Noor, sebagai kepala bagian keuangan diduga bertanggung jawab atas pengelolaan uang perjalanan. Sulaiman, selaku kepala bagian verifikasi, diduga berperan melakukan verifikasi terhadap pertanggungjawaban pengelolaan uang dari bagian keuangan. “Para tersangka diduga melanggar Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” ujarnya.

Dalam kasus ini, Noor mengatakan, Kejaksaan sudah memeriksa 12 saksi. Adapun pemeriksaan terhadap para tersangka, menurut dia, dilakukan dua pekan mendatang.

Menurut Roosita, meski sudah ditetapkan tersangka, ketiga pegawai kementerian tersebut hingga kini belum dipanggil dan diperiksa oleh Kejaksaan Agung. Selama ini, kata dia, pemeriksaan baru dilakukan terhadap saksi-saksi yang berjumlah 12 orang, semuanya adalah pegawai Kementerian Lingkungan Hidup.

Karena itu, untuk menonaktifkan ketiganya, pihaknya masih menunggu perkembangan pemeriksaan Kejaksaan Agung. “Ya, kita tunggu saja,” katanya.

Roosita sendiri enggan menjelaskan ihwal kasus tersebut. “Kasus terjadi 2009, saya baru masuk 2010.” Namun dia mengakui ketiga orang tersebut sudah lama bekerja di Kementerian Lingkungan Hidup.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.