Home » KEPEGAWAIAN » 642 PNS Solo Langgar Aturan Kedisiplinan

Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Surakarta merilis data, sebanyak 642 Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) terkena sanksi indisipliner. Ratusan abdi negara itu mangkir di kegiatan penting hingga tepergok keluyuran di tempat perbelanjaan. Ratusan PNS/ASN bermasalah itu dikumpulkan di Pendapi Gede Balai Kota Solo guna menerima pembinaan langsung dari Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Suharto. Kepala BKD, Etty Retnowati dalam sebuah acara di kompleks Balai Kota Solo mengatakan, data itu menurut klarifikasi Kantor Inspektorat Daerah bernomor 700/679A/Sekretariat tertanggal 30 Agustus 2012.

“Totalnya 970 orang. Setelah dilakukan pencocokan dan klarifikasi oleh Inspektorat Daerah, didapati 642 PNS/ASN tidak hadir tanpa keterangan. Dari 970 PNS/ASN itu rinciannya 241 tidak hadir saat upacara Hari Jadi Pemkot Solo ke-66 di Stadion R Maladi tanggal 16 Juli, 168 pejabat struktural tidak hadir saat upacara detik-detik proklamasi, 361 tidak hadir saat upacara penurunan bendera HUT RI, 28 terdata saat berada di mal dan pasar, serta 172 tidak hadir apel bersama saat halal-bihalal,” terang Etty.

Menurutnya, para pelanggar kedisiplinan terdata sejak pertengahan Juli lalu hingga akhir Agustus 2012. Etty menambahkan, sanksi bagi 642 PNS/ASN bermasalah itu sesuai jenis alasannya. “Sanksinya disesuaikan dengan PP 53/2010 tentang Disiplin PNS/ASN dan Surat Wali Kota No 786. Di dalamnya mengatur jelas bentuk sanksi,” imbuh Etty.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Suharto meminta adanya penegakkan kembali sistem kedisiplinan. Ia mengakui sistem itu belum berjalan sempurna. Terbukti setiap kali digelar razia, banyak PNS/ASN yang terjaring.

“Terjadi indisipliner berarti muncul kegagalan dalam sistem. Apa mungkin hal itu karena pembiaran oleh pimpinan SKPD? Memang saat ini masih dicari treatment paling sesuai. Yang paling utama adalah menumbuhkan tanggungjawab secara mandiri,” katanya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.