Home » Berita CPNS » Bupati Kutai Timur Tak Mau Umumkan Hasil Tes CPNS 2013

Bupati Kutai Timur, Isran Noor, menyatakan tidak mau mengumumkan hasil tes CPNS Kutai Timur 2013 yang dikeluarkan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).

Pasalnya pihak kementerian tidak mengakomodir rekomendasi Pemkab Kutim tentang nama yang diusulkan untuk diterima. Padahal nama-nama tersebut sudah lama mengabdi untuk Kutim. Bila kementerian tetap menolak, Isran memilih untuk tidak ada rekrutmen tahun 2013 (zero recruitment policy).

“Saya tidak mau umumkan. Hal itu bukan pekerjaan dan urusan pemda, tapi urusan Kementerian PAN-RB. Bahkan kami sudah membantu pelaksanaannya. Kedua, kalau diumumkan, seolah-olah saya bertanggungjawab terhadap keputusan kelulusan itu,” katanya.

Isran mengatakan tidak mau dibenturkan dengan warganya di Kutim. “Saya telah membuat rekomendasi bahwa orang-orang yang diprioritaskan untuk diterima adalah orang-orang yang sudah bekerja dan mengabdi,” katanya.

Seperti guru yang sudah mengikuti crash program, juga perawat dan bidan yang sudah lama mengabdi di lapangan bahkan pedalaman. “Mereka sudah memiliki pengalaman kerja dan banyak membantu kita. Mereka nanti tersisih. Kalau yang baru lulus (kuliah) kan belum,” katanya.

Perkembangan saat ini, Isran sudah menyampaikan sikap Pemkab Kutim tersebut. “Saya sudah sampaikan ke Kemen PAN-RB bahwa kami tidak mau mengumumkan hasil tersebut. Kami menolak hasil tersebut. Tidak ada batas waktu, karena pada akhirnya kita yang membayar (gaji mereka),” kata Isran.

Bila memang Kementerian tidak menyetujui sikap Pemkab Kutim, maka tidak masalah bila tidak ada penerimaan CPNS Kutim secara total tahun 2013. “Tidak masalah. Dan itu disampaikan dalam forum bupati se-Indonesia. Hampir semua menolak. Itu urusan semestinya diserahkan ke daerah,” katanya.

Isran mengatakan sikap ini bukan karena dirinya haus kekuasaan atau kewenangan. “Nanti seolah-olah saya yang dibenturkan dengan masyarakat Kutim. Saya tidak ingin mengecewakan maasyarakat Kutim. Saya tidak mau seolah kelulusan menjadi tanggung jawab saya,” katanya.

Isran menilai idealnya rekrutmen CPNS merupakan kewenangan daerah yang tidak diberikan pusat. Hal ini karena daerah-lah yang benar-benar memahami kebutuhan CPNS secara riil.

“Kalau memang kita tidak menerima CPNS tahun 2013, saya akan gunakan tenaga yang ada. Kalau pusat tetap melaksanakan, silakan bayar gajinya. Saya juga tidak mau menerima penempatannya. Nanti terjadi benturan dengan masyarakat. Kasihan yang sudah bekerja dan mengabdi. Tidak ada opsi lain. Bagi kami, harus diprioritaskan yang kami rekomendasikan,” katanya.

Sebagai informasi, Pemkab Kutim melakukan seleksi penerimaan CPNS daerah tahun 2013 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Seluruh pelamar bersaing memperebutkan 213 kursi yang disediakan.

Rinciannya 117 untuk formasi guru, mulai SD hingga SMA dan SMK. Kemudian 74 formasi tenaga kesehatan dari dokter hingga perawat dan bidan serta tenaga medis lainnya, berikutnya 22 formasi untuk tenaga teknis seperti penyuluh, operator listrik, inspektur tambang hingga pengumpul data industri logam dan elektronika.

Sebelumnya, Sekretaris Kabupaten Kutai Timur, Ismunandar, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu jawaban dari pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terhadap surat yang disampaikan Bupati Kutai Timur.

“Untuk diketahui, passing grade atau ranking yang disampaikan pemerintah pusat tidaklah (otomatis, red) menunjukkan kelulusan. Pusat tidak menunjukkan siapa yang lulus,” katanya.

Hal ini karena peserta yang melampaui passing grade justru melebihi kuota penerimaan. Posisinya akan lebih mudah bila pusat langsung membuat ranking, misalnya 15 orang yang lulus untuk formasi 15 orang. Bukan justru diserahkan ke daerah.

“Karena itu, kami masih tunggu jawaban resmi dari pihak kementerian. Pencapaian passing grade sebagai usaha peserta tes akan tetap diperhatikan. Pada sisi lain kami juga memperhatikan pengabdian,” katanya.

Salah seorang peserta, kepada Tribun, mengatakan heran dengan kondisi ini. Kegusaran ini pun banyak melanda peserta lainnya.

“Kepada Pak Bupati, kami sangat penasaran dan bertanya ada apa. Mengapa pengumuman resmi yang dinyatakan lulus tes CPNS di Kutim sampai saat ini belum diumumkan? Sedangkan daerah lain di Kaltim sudah diumumkan secara resmi,” katanya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.