Home » Berita CPNS » Bupati Melawi, Firman Muntaco Ancam Pecat CPNS yang Terlibat Narkoba

Bupati Melawi, Firman Muntaco memberi peringatan keras kepada aparatur di bawahnya agar tidak terlibat dalam penyalahgunaan obat-obatan terlarang, khususnya narkoba.

Selain akan berhadapan dengan hukum, bupati juga tidak segan-segan memberikan sanksi pemecatan sesuai dengan prosedur yang berlaku, apalagi bagi mereka yang masih berstatus CPNS.

“Ingat, selama masih berstatus CPNS masih bisa digugurkan status pegawainya. Jangan sampai melanggar hukum atau bahkan pakai narkoba. Kalau ada yang terlibat narkoba, saya sendiri yang antar saudara ke polisi,” tegasnya.

Firman mengungkapkan tanggung jawab bupati dalam penerimaan CPNS sangatlah berat. Makanya ia sempat menolak menandatangani pengumuman CPNS, baik untuk umum maupun K2 karena merasa kecewa pada pemerintah pusat.

“Saya kecewa, karena daerah tidak diberikan kuota dalam penerimaan CPNS. Kalau ada kesalahan, atau kecurangan dalam penerimaan CPNS maka menjadi tanggung jawab bupati. Di Indonesia saja ada orang lain yang salah, kita disuruh bertanggung jawab,” keluhnya.

Namun, demi kepentingan bersama, Firman mau menandatangani berkas penerimaan. Apalagi mengingat kebutuhan pegawai di Melawi masih cukup besar. Firman mengatakan, dirinya harus melindungi CPNS sampai akhirnya menjadi PNS.

Firman juga mengingatkan, agar CPNS tidak minta pindah setelah mendapat tugas di daerah pedalaman. Sesuai dengan sumpah janji dan jabatan CPNS harus siap mengabdikan diri beberapa tahun di daerah penugasan

“Kalau ada yang minta pindah, padahal SK awalnya di sana, ini berarti ada apa-apanya. Ini yang akan kita sisihkan. Akan ada catatan, bahwa dia tidak bisa menghargai dirinya sendiri,” katanya.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.