Home » Berita CPNS » Jokowi Sebut Tidak Mudah Memangkas Jumlah Kementerian

Presiden terpilih Joko Widodo menyebut keputusan arsitektur kabinet sebanyak 34 kementerian masih bisa dikurangi, dilebur atau ditambah. Akan tetapi, tidak bisa semudah itu mengurangi atau menambah kementerian.

“Kemarin memang debatnya kementerian 27. Nanti hari kedua kami enggak bisa kerja hanya urusi orang pindah, demo karena (kementerian) hilang. Itu kejadian dalam pemerintahan Gus Dur. Dua kementerian hilang. Itu dua tahun enggak rampung. Seperti itu saya pelajari semua. Bukan sesuatu yang mudah,” ujar Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Jokowi mengatakan, yang perlu dipikirkan dari pengurangan jumlah kementerian yaitu staf yang berada di bawah menteri. Memang posisi menterinya dihapus, namun staf kementerian tersebut harus dipikirkan nasibnya.

“Kalau dihapus dalam rangka efisiensi seperti dulu, itu pun juga tidak berhasil. Stafnya kan tetap, menterinya memang hilang satu, dua, tapi bawahnya hilang? Staf-stafnya juga ditarik juga ke kementerian lain. Apa efisiensinya?” tutur Jokowi.

Menurut Jokowi, efisiensi kementerian yang selama ini berkembang tersebut bukan hanya memangkas kursi menteri saja, namun efisiensi juga harus memikirkan bagaimana menyiasati pemotongan biaya aparatur negara.

“Yang namanya efisiensi, mestinya dari bawah itu ada pengurangan biaya aparatur. Lebi baik bagi saya, bagaimana kabinet kuat dan bisa semuanya kerja,” kata Jokowi.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.