Home » Berita CPNS » Tak Lolos CPNS 2014, 119 K2 Ikuti Seleksi Pasca-Lebaran

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) RI akan membuka kembali tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebanyak 119 pegawai honorer K2 di Kulonprogo berkesempatan mengikuti tes tersebut.

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kulonprogo Sarji mengatakan informasi pasti terkait pembukaan CPNS secara umum belum diketahui. Dia mengatakan, menurut informasi di website Kemenpan, seleksi CPNS akan difokuskan untuk pegawai honorer K2.

“Kalau untuk [seleksi] yang umum, masih belum dapat dipastikan.  Namun, pastinya yang akan dibuka adalah untuk pegawai K2 yang pada proses seleksi tahun lalu tidak lulus. Seleksinya kemungkinan pasca-Lebaran,” ujar Sarji saat ditemui di kantornya.

Sarji mengungkapkan pada seleksi CPNS tahun lalu, Kulonprogo menyisakan 119 pegawai K2. Pada seleksi pembukaan CPNS lalu, ratusan pegawai honorer itu tidak lolos seleksi. Harapannya, pada tahun ini dapat mengikuti kembali.

Pengisian kekosongan formasi CPNS Kulonprogo difokuskan pada pelayanan dasar. Lebih lanjut Sarji mengatakan, kekurangan pegawai di lingkungan Pemkab Kulonprogo cukup banyak, terutama di tingkat pelayanan dasar seperti tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Dia menambahkan, pada tahun ini ada 849 formasi yang diajukan ke Menpan untuk pembukaan CPNS 2015.

“Alokasi terbesar untuk tenaga pendidikan mencapai 326 formasi, paling banyak untuk guru SD dengan kebutuhan mencapai 252 formasi. Sedangkan untuk tenaga kesehatan kebutuhannya mencapai 426 formasi,” papar Sarji.

Sarji mengungkapkan kebutuhan pegawai baru mendesak dilakukan. Pasalnya, jumlah pegawai yang pensiun juga banyak. Pegawai pensiun terbanyak adalah dari guru sekolah, paling tidak setahun bisa mencapai 150 orang. Sarji menambahkan, tahun ini jumlah pegawai yang pensiun mencapai 150 orang.

“Sebagian besar (pensiunan) adalah guru, ada sekitar 130 an orang yang pensiun,” jelas Sarji.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sumarsana mengatakan, kebutuhan tenaga pendidik sangat banyak, terutama untuk jenjang sekolah dasar. Setidaknya, kebutuhan guru sekolah dasar mencapai lebih dari 200 guru. Untuk menutupi kekurangan guru, sekolah dapat membuka kesempatan para sarjana pendidikan untuk mengajukan diri sebagai tenaga pendidikan kontrak.

Sumarsana menambahkan, sarjana pendidikan tersebut akan diberikan Surat Keputusan Kepala Sekolah dan perjanjian kerja dengan masa pengabdian terbatas. Dia mengungkapkan, solusi ini diperbolehkan, karena dalam kompetensi tersebut ada alokasi anggaran 15% untuk guru berstatus pegawai yang diikat dengan perjanjian kerja.

“Sumber dana dari BOS dengan alokasi 15 persen. Isi perjanjian kontraknya mencantumkan, apabila dalam rentan waktu tertentu ada penetapan guru oleh pemerintah, otomatis yang bersangkutan [sarjana pendidikan] berhenti,” tandas Sumarsana.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.