Home » KEPEGAWAIAN » Ingin Jadi PNS Instan di Bogor, Malah Tertipu Rp 42 Juta

Idin (20) sangat ingin bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) Kabupaten Bogor untuk membanggakan orang tuanya. Namun, dalam mewujudkan mimpinya, Idin malah tertipu Rp 42 Juta oleh seorang makelar. “Saya dikenalkan ke orang yang katanya bisa memasukan saya jadi PNS/ASN. Tapi ternyata saya malah ditipu Rp 42 juta sama orang itu,” keluh Idin.

Orang yang dimaksud adalah Aris Candro (32), dikenalkan kepada Idin oleh Anda (40) dan meminta Idin menyiapkan sejumlah berkas. Tidak tanggung-tanggung, Aris meminta Rp 60 juta kepada Idin untuk memuluskannya menjadi PNS/ASN. “Saya dikenalkan sama Anda, pamannya Aris. Terus saya disuruh siapkan berkas-berkas seperti Surat Keputusan, Surat Pengangkatan, dan biodata saya. Nomor urut pendaftaran SK saya juga diberikan sama si Aris. Dia minta Rp 60 juta ke saya,” kata Idin.

Idin keberatan dengan jumlah tersebut, sehingga ia membayarnya dengan cara mencicil beberapa kali. Total cicilan yang telah ia berikan kepada Aris adalah sebesar Rp 42 juta, namun tidak ada pengangkatan yang ditunggu-tunggu.”Karena saya tidak punya uang sebanyak itu, jadi saya diminta cicil setelah SK pengangkatan turun. Saya setor Rp 15 juta, terus SK turun saya setor Rp 7 juta, setelah itu saya setor lagi per bulan sampai totalnya sudah Rp 42 juta,” ujar Idin.

Idin menjelaskan saat bertemu Aris pada bulan Juni 2012 hingga tanggal 1 Agustus 2012 ia belum juga bekerja. Rasa penasaran pun menghantuinya sehingga ia memeriksa namanya dengan mendatangi kantor kepegawaian Kabupaten Bogor.

“Sampai tanggal 1 Agustus, saya mencoba menghubungi pak Aris karena saya belum juga kerja. Ternyata jawaban beliau ditunggu sampai setelah lebaran, tapi tidak ada kabar usai lebaran. Saya langsung mengecek badan kepegawaian soal status SK saya. Saya cek ternyata tidak ada, seminggu setelah lebaran,” ujar Idin.

Kecurigaan Idin semakin kuat, ia kembali menghubungi Aris namun ternyata nomor kontak yang dihubungi sudah tidak aktif. Akhirnya Idin sadar bahwa dirinya menjadi korban penipuan, pupuslah harapannya membanggakan orangtua. “Saya lalu menghubungi pak Aris terus-terusan, tapi ternyata nomornya sudah tidak aktif. Di situ saya sadar saya sudah ditipu,” lanjut Idin.

Idin lalu membentuk tim yang terdiri dari keluarganya untuk menangkap Aris dan berhasil menangkapnya di Kabupaten Bekasi. “Saya bentuk tim bersama keluarga terus mencoba mencari keberadaan pak Aris. Akhirnya tanggal 2 Oktober kemarin kita berhasil menangkap pak Aris di Cibuntu, Kabupaten Bekasi,” kata Idin.

Idin menjelaskan ada 10 tim yang dibentuk keluarganya terdiri dari keluarga dan teman-temannya. Mereka juga melibatkan Bina Masyarakat (Binmas) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) untuk melacak keberadaan Aris. “Ada 10 tim karena melibatkan warga sekitar dan Binmas serta Babinsa kita libatkan. kemarin malam tertangkap, terus kita serahkan ke polisi, langsung bikin laporan dan BAP, sekarang masih proses,” ujar Idin.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.