Home » KEPEGAWAIAN » Sogok Calon PNS Dalam Seleksi CPNS/CASN 2012 Capai Ratusan Miliar

Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS/ASN) yang diterima pada penerimaan September 2012 diindikasi menyogok atau menyuap sehingga lolos sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS/CASN). Setiap CPNS/CASN memberi antara Rp 50 juta hingga 100 juta lebih. Belum lagi anak-anak pejabat, anggota DPR, politisi yang dengan mudah jadi PNS/ASN. Praktek suap menyuap ini juga diadukan ke Ombudsman dan ke Indonesia Corruption Watch (ICW).

“Sogok menyogok dalam seleksi CPNS/CASN maupun menjadi anggota Polri dan TNI bukan rahasia umum lagi.Bahkan sudah lama terjadi. Kami sudah melakukan investigasi masalah ini di sejumlah daerah, dan ternyata benar terjadi penyogokan. Nilainya bervariasi, mulai Rp 50 juta, Rp 100 juta, sampai Rp200 juta. Kalau di tolal jumlahnya bisa mencapai puluhan, bahkan ratusan miliar rupiah,” kata Direktur Eksekutif Goverment Watch (Gowa), Andi W Saputra dihubungi Harian Terbit, Jumat pagi (19/10).

Bahkan, katanya pada Pilkada dan apabila berhasil menjadi gubernur, walikota atau bupati, biasanya tim suksesnya akan dengan mudah diangkat menjadi PNS/ASN. Selanjutnya tim sukses yang diangkat ini akan menjadi calo CPNS/CASN berikutnya, sehingga dia bisa mengeruk keuntungan lebih banyak lagi.

“Dengan demikian, akan banyak anak-anak pejabat, anggota DPR dan politisi dengan mudah menjadi PNS/ASN. Bahkan politisi sering mengangkat anak buahnya untuk ditempat dibidang penyuluhan, pendidikan, pegawai pemda sehingga partainya bisa menerima setoran adri anak buahnya tersebut,” ungkapnya.

60 LAPORAN

Dihubungi secara terpisah, Koordinator ICW, Danang Widoyoko mengemukakan, berdasarkan data yang dihimpun oleh Ombudsman dan ICW, ditemukan ada sebanyak 60 laporan pengaduan yang berasal dari 7 Kantor Perwakilan Ombdusman di seluruh Indonesia. Dari ke 60 laporan tersebut, terdapat sebanyak lima laporan terkait adanya praktek kecurangan dan dugaan suap dalam seleski CPNS/CASN tahun ini.

Menurutnya, mekanisme seleksi CPNS/CASN yang hingga saat ini masih memakai metode manual. Padahal untuk tes kompetensi seharusnya sudah memakai metode automatik dengan menggunakan perangkat CAT (Computer Assisted Test). Sehingga pengadaan tenaga PNS/ASN bisa real time saat dibutuhkan.

“Dengan demikian proses seleksi CPNS/CASN tidak terkesan sebagai “proyek” semata. Karena kita tahu proses manual seperti ini membutuhkan biaya yang sangat besar, belum juga harus dikerahkan pihak aparat kepolisian untuk mengamankan jalannya tes seleksi,” kata Danang.

ICW meminta agar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) untuk melakukan perbaikan pola dan mekanisme seleksi CPNS/CASN untuk menghindari penyimpangan-penyimpangan yang masih terjadi terutama pada tahap tes kompetensi bidang. “Juga hingga pengumuman yang dilakukan di masing-masing instansi yang berada diluar kontrol Kementerian PAN-RB,” tambahnya.

Menurut Danang, hasil investigas ICW kriteria penerimaan calon tidak jelas, sehingga banyak peserta yang mengeluhkan skor nilai tinggi tidak diterima, sementara skor nilai rendah justru diterima. Penetapan kualifikasi latar belakang pendidikan tidak jelas/pasti, Sehingga banyak peserta tidak diterima, padahal menurut kualifikasi pendidikan seharusnya diterima, karena peserta lain dengan kualifikasi pendidikan yang sama juga diterima.

Selain itu, Web tempat pengumuman kelulusan di Kementerian PAN-RB tidak memadai, sehingga pada saat pengumuman banyak kesulitan yang mengaksesnya.

Sementara itu, Ombudsman RI Bidang Penyelesaian Laporan atau Pengaduan, Budi Santoso mengatakan ada lima laporan praktek curang dan dugaan suap yang terjadi di empat wilayah yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Maluku dan Sulawesi Selatan meminta agar panitia memberikan sanksi tegas terhadap oknum-oknum yang terbukti melakukan praktek tersebut.



Posting Pusat Pengumuman CPNS Indonesia (PPCI) lainnya:



Comments are closed.